KOTABARU, kalseltoday.com – Pemerintah Kabupaten Kotabaru menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Hal ini disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kotabaru, H Minggu Basuki, dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak Daerah (PK2D) yang digelar di Desa Sampanahan, Senin (4/8).
“Kita perkuat sinergi lintas sektor agar keluarga-keluarga di Desa Sampanahan menjadi unit yang tangguh secara fisik, ekonomi, sosial, dan psikologis,” tegas Minggu Basuki. Ia mengacu pada Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 100 Tahun 2019 tentang Tata Cara Peningkatan Kualitas Keluarga.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, TP PKK, dunia usaha, hingga masyarakat, untuk berperan aktif dalam mendukung program PK2D.
“Saya percaya, dengan komitmen dan kerja sama semua pihak, kita bisa mewujudkan keluarga-keluarga tangguh yang menjadi pondasi kemajuan desa dan daerah,” tambahnya.
Rakor ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kotabaru, para kepala SKPD terkait, Camat Sampanahan, Kepala Puskesmas, TP PKK Kecamatan, serta Kepala Desa Sampanahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalsel, Hj Husnul Khatimah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari survei pemetaan Indeks Kualitas Keluarga (IKK) di desa-desa lokus binaan, termasuk Desa Sampanahan yang menjadi fokus pembinaan tahun 2025.
“Terima kasih kepada para kader yang telah mengumpulkan data di setiap lokus dan menginputnya ke dalam aplikasi berbasis web. Data inilah yang menjadi dasar intervensi program dan penentuan indikator prioritas peningkatan kualitas keluarga,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3A Provinsi, Pandu Aksana, memaparkan hasil survei IKK di Desa Sampanahan. Dari 29 indikator yang dinilai, desa ini mencatat nilai IKK sebesar 75,91 persen, yang tergolong dalam kategori “Responsif Gender dan Hak Anak.”
Namun demikian, terdapat 9 indikator yang masih berada di bawah 75 persen dan menjadi perhatian khusus untuk ditingkatkan dalam program pembinaan ke depan.
Berita