Berita

Breaking News

Cetak Sawah 340 Hektar, Pulau Laut Timur Perkuat Swasembada Pangan Kotabaru


KOTABARU, kalseltoday.com - Upaya mewujudkan swasembada pangan di wilayah Kabupaten Kotabaru terus menunjukkan kemajuan signifikan. Melalui program Operasi Bakti TNI (Opsos) dan optimalisasi lahan, wilayah Kecamatan Pulau Laut Timur kini tengah mentransformasi ratusan hektar lahan tidur menjadi area produktif guna memperkuat ketahanan pangan daerah. Rabu, 21 Januari 2026.

Danramil 1004/07 Pulau Laut Timur, Lettu INF. H. Abdul Azies P., menyampaikan bahwa progres perluasan lahan pertanian di wilayah Pulau Laut Timur berjalan sangat positif dengan fokus utama pada peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT).

"Saat ini kita sedang mengerjakan penambahan luas lahan sekitar 340 hektar melalui program cetak sawah rakyat," ujar Lettu Abdul Azies.

Beliau memproyeksikan bahwa dengan luasan tersebut, Pulau Laut Timur memiliki potensi besar untuk menjadi pusat swasembada pangan, tidak hanya bagi kecamatan setempat tetapi juga sebagai penopang kebutuhan pangan Kabupaten Kotabaru secara umum. Keberhasilan ini, menurutnya, sangat bergantung pada sinergi yang terus terjaga antara aparat, pemerintah, dan masyarakat.

Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Desa Langkang Baru, Bapak Karji, mengungkapkan perkembangan nyata yang terjadi di wilayahnya. Sejak beliau mulai menjabat pada tahun 2022, luasan lahan produktif di desa tersebut terus mengalami peningkatan yang konsisten.

 * Ekspansi Lahan: Melengkapi 150 hingga 200 hektar lahan aktif yang sudah ada, tahun ini Desa Langkang Baru mendapatkan tambahan program cetak sawah seluas 74 hektar.

 * Rekam Jejak Produksi: Pada tahun sebelumnya, sekitar 200 hektar lahan telah berhasil dipanen dengan hasil mencapai puluhan ton padi, yang membuktikan kesuburan dan kesiapan lahan desa tersebut.

Meskipun optimisme produksi sangat tinggi, Bapak Karji menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak hanya diukur dari jumlah panen, tetapi juga dari kesejahteraan petaninya. Beliau menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam menjaga rantai distribusi dan stabilitas harga.

"Harapan kami mewakili masyarakat, ketika swasembada pangan ini maju, pemerintah daerah melalui Bulog atau distributor harus siap menyerap hasil pertanian kami," tegas Kades Karji. "Kami ingin ada kepastian harga yang sesuai dengan ketetapan, sehingga hasil keringat petani dapat terjual dengan mudah dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi warga."

Program cetak sawah ini diharapkan tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi menjadi solusi jangka panjang dalam menciptakan lapangan kerja di sektor agraris serta menjamin ketersediaan pangan yang mandiri bagi masyarakat Kotabaru.  (Siti Rahmah)
© Copyright 2022 - Kalsel Today