![]() |
| Foto hanya ilustrasi |
Informasi awal menyebutkan, pesawat dengan nomor registrasi PK-THT terakhir terdeteksi radar sekitar pukul 13.17 WITA sebelum akhirnya hilang kontak. Pesawat tersebut diketahui menjalankan misi pengawasan dengan membawa delapan kru dan tiga penumpang, termasuk pegawai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Setelah laporan kehilangan kontak diterima, Basarnas bersama unsur TNI, Polri, dan instansi terkait langsung menggelar operasi pencarian dan pertolongan (SAR) secara intensif. Tim SAR mengerahkan berbagai unsur, mulai dari helikopter, drone udara, hingga tim pencarian darat.
Kepala Basarnas menyampaikan bahwa tim telah memetakan beberapa titik dugaan lokasi jatuhnya pesawat di kawasan perbukitan karst sekitar Leang-Leang, Maros. Namun, medan yang berat serta kondisi cuaca yang kurang bersahabat menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.
Sejumlah laporan dari lapangan menyebutkan adanya indikasi puing pesawat dan bekas kebakaran kecil di kawasan pegunungan tersebut. Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai kondisi korban, dan seluruh informasi masih menunggu hasil verifikasi tim SAR.
Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab insiden tersebut setelah lokasi pesawat berhasil ditemukan. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan pesawat mengalami kendala navigasi di wilayah pegunungan, namun hal tersebut belum dapat dipastikan.
Pabrikan pesawat ATR juga telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh otoritas penerbangan Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung, dan pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta menunggu informasi resmi dari tim SAR dan instansi terkait.
Ikuti media sosial kami
👇 Klik di bawah ini

Berita