![]() |
| Kepala MTSN 1 Kotabaru, H. Adi Rosadi, S.Ag., M.M. |
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala MTSN 1 Kotabaru, H. Adi Rosadi, S.Ag., M.M., memberikan klarifikasi sekaligus memastikan bahwa pihak sekolah telah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk memulihkan kondisi jalan yang terdampak.
Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak tinggal diam terhadap dampak lingkungan dari proyek pembangunan yang bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak pemborong serta pengawasan dari Kejaksaan, telah disepakati adanya dana kompensasi yang dialokasikan khusus untuk perbaikan jalan.
Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain:
- Anggaran Khusus: Perbaikan jalan akan menggunakan sisa dana efisiensi proyek yang diperkirakan mencapai Rp200 juta hingga Rp300 juta.
- Target Perbaikan: Pengaspalan atau perbaikan permanen direncanakan pada tahap kedua setelah anggaran tahun berikutnya cair.
- Solusi Jangka Pendek: Untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan kondisi becek saat hujan, pihak pemborong diminta melakukan pengerasan sementara menggunakan batu.
H. Adi Rosadi mengakui bahwa kerusakan jalan tersebut cukup mengganggu aktivitas belajar-mengajar di lingkungan madrasah. Ia pun meminta pengertian dan kesabaran dari seluruh pihak yang terdampak selama proses pembangunan gedung dua lantai tersebut masih berlangsung.
“Kami mohon maklum kepada anak-anak murid, para guru, serta masyarakat sekitar. Memang jalan rusak karena dilewati alat berat, namun komitmen dari pihak pemborong untuk memperbaiki kembali sudah ada,” jelasnya.
Diketahui, pembangunan fasilitas pendidikan ini merupakan proyek dua tahap yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2025 dan 2026. Pihak sekolah menegaskan komitmennya bahwa setelah seluruh fasilitas selesai dibangun, akses jalan akan dikembalikan ke kondisi yang lebih baik demi kenyamanan bersama. (Siti Rahmah)

Berita