![]() |
| Kondisi jalan alternatif Banjarbaru–Batulicin yang tertutup longsor dan upaya pembersihan material tanah menggunakan alat berat yang sedang dilakukan di lokasi. (Foto: Antara) |
Plt Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Yayan Daryanto, menjelaskan bahwa insiden longsor terakhir yang terjadi di kawasan Desa Kahelaan menunjukkan kondisi tanah di sekitar tepi jalan cukup labil. Minimnya pepohonan besar yang berfungsi menahan tanah membuat kawasan tersebut mudah tergerus air hujan sehingga material tanah meluncur ke badan jalan.
Meskipun peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, arus kendaraan sempat terganggu karena material longsor menutupi sebagian jalan. Jalur ini merupakan rute penting yang menghubungkan Banjarbaru dengan Batulicin, sehingga gangguan kecil sekalipun berdampak pada kelancaran mobilitas masyarakat.
Menurut Yayan, pemasangan dinding batu di titik-titik kritis dapat mengurangi potensi longsor secara signifikan. Selain itu, langkah mitigasi ini dinilai mendesak karena intensitas hujan diprediksi masih tinggi hingga akhir Januari 2026, mengacu pada perkiraan dari BMKG.
Di sisi lain, BPBD Banjar juga terus mendorong percepatan proyek Riam Kiwa sebagai solusi jangka panjang untuk pengendalian banjir dan pengurangan risiko bencana hidrometeorologi. Hingga kini, status siaga darurat banjir, longsor, dan cuaca ekstrem tetap diberlakukan untuk mengantisipasi potensi kejadian serupa.
Jika Anda ingin versi lebih singkat, lebih panjang, atau gaya straight news koran, tinggal beri tahu saja.

Berita