![]() |
| Lucky Widja. (Instagram/lambeturah) |
Ungkapan kesedihan yang paling emosional datang dari Ferdy Tahier, sahabat sekaligus partner bernyanyi Lucky di Element. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @ferdy_tahier, Ferdy menuliskan pesan perpisahan yang menyentuh hati. Ia menyebut Lucky bukan sekadar rekan kerja, melainkan sahabat dan “adik” yang telah menemaninya dalam perjalanan musik selama bertahun-tahun.
“Selamat jalan sahabat gw, ade gw, partner gw di panggung. Lo udah tenang, gak sakit lagi, gak butuh cuci darah lagi, gak perlu oxygen lagi,” tulis Ferdy, Minggu (25/1/2026).
Ungkapan tersebut mengisyaratkan bahwa semasa hidupnya Lucky Widja sempat berjuang melawan kondisi kesehatan yang berat. Ferdy juga menyampaikan doa dan harapan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Lo happy sekarang udah muda lagi, tenang di sana ya Ki. Gw sendirian di panggung nyanyinya sekarang. Semoga gw bisa ya nyanyi sendiri. Sampai ketemu lagi kita ya, brader,” lanjutnya.
Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wartawan, Lucky Widja mengembuskan napas terakhir pada pukul 22.26 WIB di RS Halim. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga maupun manajemen Element terkait penyakit atau penyebab pasti meninggalnya sang musisi.
Rencananya, jenazah Lucky Widja akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Senin (26/1/2026) setelah Salat Dzuhur. Prosesi pemakaman diperkirakan akan dihadiri keluarga, sahabat dekat, serta rekan-rekan musisi yang pernah bekerja bersamanya.
Nama Lucky Widja tak terpisahkan dari perjalanan panjang band Element. Bergabung sejak band tersebut berdiri pada 1997, Lucky menjadi bagian penting dari kesuksesan Element di industri musik Tanah Air. Bersama Element, ia turut melahirkan deretan lagu hits yang hingga kini masih dikenang lintas generasi, seperti Rahasia Hati, Persembahan dari Surga, Kupersembahkan Nirwana, dan Cinta Tak Bersyarat.
Lagu-lagu tersebut mengukuhkan Element sebagai salah satu band pop paling berpengaruh di akhir 1990-an hingga awal 2000-an.
Sebelum dikenal sebagai vokalis, Lucky Widja mengawali kariernya di dunia modeling. Pada era 1980–1990-an, ia dikenal sebagai cover boy majalah remaja dan beberapa kali menjuarai ajang cover boy yang populer saat itu. Selain musik dan modeling, Lucky juga menjajal dunia akting dengan membintangi sejumlah sinetron dan film, di antaranya Gen X, Aku Sayang Kamu, Indy Sang Bintang, Bawalah Aku ke Surga, hingga Virgin The Series.
Perjalanan lintas bidang tersebut menunjukkan sosok Lucky Widja sebagai figur serba bisa di industri hiburan Indonesia. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi musik Tanah Air. Lucky Widja akan dikenang bukan hanya lewat karya-karyanya, tetapi juga melalui dedikasi dan perjalanan panjangnya di dunia kreatif Indonesia. (Tim)

Berita