| Rekaman CCTV saat pelaku melancarakan aksinya di Pusksesmas S.Parman Banjarmasin |
Peristiwa tersebut baru terungkap saat seorang perawat yang bertugas pada dinas siang hendak masuk ke dalam puskesmas setelah menjalankan tugas ambulans emergency. Kecurigaan muncul ketika ia merasakan suhu ruangan yang tidak biasa.
“Begitu masuk, ruangan terasa dingin. Ternyata gudang obat dalam kondisi terbuka dan AC menyala 24 jam,” ungkap sumber internal puskesmas.
Saat dilakukan pengecekan lebih lanjut, pemandangan di dalam puskesmas sungguh mengejutkan. Hampir seluruh ruangan tampak berantakan, diduga kuat akibat ulah pelaku pencurian yang mengobrak-abrik isi bangunan.
Dari hasil pemeriksaan awal, satu buah teralis diketahui dirusak dan diduga menjadi akses masuk pelaku. Bahkan, jejak kaki juga ditemukan di sekitar lokasi, memperkuat dugaan adanya aksi pembobolan.
| Kondisi ruangan alat kesehatan usai di acak-acak pelaku |
Tak hanya itu, pelaku juga diduga sempat “singgah” cukup lama di dalam puskesmas. Hal ini terlihat dari sisa makanan dan minuman yang ditinggalkan, di antaranya empat kotak teh, satu botol air mineral, satu Pop Mie, serta sejumlah makanan ringan lainnya.
“Sepertinya pelaku kelaparan, karena sempat makan dan minum di dalam,” kata sumber yang merupakan seorang dokter di puskesmas tersebut, namun enggan disebutkan namanya, Selasa (06/01/2026).
Selain teralis, dua pintu juga dilaporkan mengalami kerusakan. Sebuah lemari alat kesehatan (alkes) turut dibongkar, meski tidak ada barang medis yang hilang.
Akibat kejadian ini, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp2 juta.
Pihak puskesmas telah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Saat ini, kasus pembobolan Puskesmas S. Parman masih dalam tahap penyelidikan oleh aparat berwenang. (FR).
Berita