Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, korban pertama kali ditemukan warga dalam kondisi tergeletak di jalan dengan luka di beberapa bagian tubuh. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke rumah sakit.
Korban kemudian dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
Salah seorang warga setempat, Arif, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi peristiwa tersebut. Saat dirinya tiba di lokasi, korban sudah dalam kondisi terkapar di jalan dengan tubuh penuh luka.
“Saya datang ke lokasi, korban sudah tergeletak di jalan dan kondisinya banyak luka,” ujarnya.
Arif menuturkan, dirinya mengetahui adanya perkelahian tersebut setelah mendapat telepon dari ibunya yang memberitahukan adanya keributan di depan rumah mereka.
Berdasarkan pengamatan yang dilihatnya, korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh, di antaranya di kepala, tangan kiri, serta paha kanan. Luka di bagian paha disebutnya terlihat paling parah.
“Ada luka di kepala, tangan kiri, dan paha kanan. Yang paling parah kelihatannya di bagian paha,” jelasnya.
Saat pertama kali ditemukan, korban disebut masih dalam keadaan hidup meski kondisinya sudah sangat lemah dan kesulitan berbicara.
“Korban masih sempat mengucapkan ‘Astagfirullah’ beberapa kali sambil menahan rasa sakit dari lukanya,” tuturnya.
Selanjutnya korban dievakuasi oleh relawan emergency menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi maupun penyebab pasti perkelahian tersebut. (Tim)

Berita