Berita

Breaking News

Indocement Raih Hasil Positif Pada Tahun 2025


JAKARTA, kasleltoday.com – Meski pasar semen domestik mengalami koreksi, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. terus menunjukkan agresivitas dalam memperkuat rantai pasok dan ekspansi pasar. Sepanjang tahun 2025, emiten berkode INTP ini sukses melakukan langkah strategis dengan mengakuisisi dua terminal semen milik Semen Bosowa, yakni Terminal Siawung di Sulawesi Selatan dan Terminal Lombok.

Tak hanya akuisisi, Indocement juga memastikan keberlanjutan produksinya di wilayah timur dengan memperpanjang perjanjian sewa pakai operasi Pabrik dan Kuari Maros selama dua tahun ke depan sejak September 2025.

Di sisi lain, Indocement melalui anak usahanya, PT Pionirbeton Industri, resmi menjalin kemitraan strategis (joint venture) dengan PT Cipta Mortar Utama pada Desember 2025. Langkah ini menandai keseriusan perusahaan dalam mendominasi bisnis produksi dan pemasaran mortar di tanah air. Dengan posisi kas yang sangat kuat sebesar Rp5,9 triliun, Indocement memiliki fundamental yang kokoh untuk menatap persaingan di tahun-tahun mendatang.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement atau Perseroan) membukukan total volume penjualan semen dan klinker) sebesar 19.941 ribu ton pada 2025, turun −2,7% dari 2024, terutama karena penurunan volume penjualan domestik secara keseluruhan −3,9%, sementara ekspor meningkat +73,9%.

Pendapatan Neto 2025 Perseroan tercatat Rp17.731,2 miliar (turun −4,4%), dengan Beban Pokok Pendapatan Rp11.961,3 miliar (turun −4,2%). Hal ini menghasilkan laba kotor Rp5.769,9 miliar atau margin laba kotor 32,5% terhadap pendapatan bersih.

Beban Usaha menurun −1,1% menjadi Rp3.683,0 miliar, disertai keuntungan divestasi sebesar Rp670,0 miliar dari pembentukan usaha patungan dengan PT Cipta Mortar Utama. Beban Operasi Lain—Neto turun 186,7% menjadi minus Rp49,9 miliar, terutama akibat rugi selisih kurs sepanjang tahun.

Secara keseluruhan, margin laba usaha tercatat 15,3% dan margin EBITDA 24,1% pada 2025. Pendapatan Keuangan—Neto menurun 91,1% menjadi Rp6,7 miliar, didorong pendapatan bunga yang lebih tinggi seiring saldo kas yang lebih besar pada 2025.

Bagian atas Laba Neto Entitas Asosiasi— Neto turun 74,6% menjadi Rp37,0 miliar karena tingginya laba 2024 (terkait penjualan lahan). Beban Pajak Penghasilan—Neto sebesar Rp487,6 miliar (lebih rendah 7,1%). Pada akhirnya, Laba Tahun Berjalan 2025 mencapai Rp2.248,8 miliar, naik +12,0%. 

Neraca Keuangan yang Kokoh

Indocement mencatat posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas sebesar Rp5,9 triliun per 31 Desember 2025.

Mengantisipasi Pertumbuhan Permintaan dengan Pendekatan Hati-hati terhadap Biaya

Dampak musim hujan dan juga musim libur Idulfitri terhadap turunnya permintaan semen diharapkan hanya mempengaruhi kinerja pada kuartal I 2026. Kami perkirakan mulai kuartal II 2026, faktor musim kering dan peningkatan belanja konstruksi akan dapat mengangkat dan menopang pertumbuhan volume permintaan semen. Namun, ketidakpastian geopolitik masih menjadi risiko, khususnya pada kenaikan biaya energi baik batu bara dan bahan bakar, sehingga disiplin pengendalian biaya dan pemakaian bahan bakar alternatif kembali menjadi kunci bagi produsen semen untuk dapat mempertahankan kinerjanya. (Siti Rahmah)

© Copyright 2022 - Kalsel Today