BATULICIN, kalseltoday.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu sukses menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Acara yang dihadiri sekitar 1.500 peserta ini berlangsung khidmat di Pendopo Serambi Madinah, Gunung Tinggi, Rabu (25/03/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif—yang akrab disapa Bang Arul—memaparkan capaian makro daerah tahun 2025 yang impresif sebagai landasan perencanaan masa depan. Tercatat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tanah Bumbu mencapai angka 75,09 (Kategori Tinggi), menduduki peringkat ke-4 di Kalimantan Selatan.
Sektor ekonomi pun menunjukkan taringnya dengan pertumbuhan mencapai 5,52%, rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir. Prestasi ini dibarengi dengan keberhasilan menekan angka kemiskinan hingga ke level 3,13%, jauh di bawah rata-rata provinsi maupun nasional.
Peringatan Keras Disiplin Anggaran
Meski mencatatkan tren positif, Bang Arul memberikan catatan kritis terkait efisiensi dana transfer dari pusat. Ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih cermat, serius, dan sinergis.
“Saya tegaskan, tidak boleh ada lagi kesalahan lokus maupun kode rekening yang memicu pergeseran anggaran di tengah jalan. Jika ditemukan, sanksi disiplin berjenjang akan diberlakukan,” tegas Bang Arul dengan nada bicara yang lugas.
7 Prioritas Menuju 2027
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu telah memetakan tujuh pilar utama pembangunan untuk tahun 2027, yaitu:
- Peningkatan kualitas dan aksesibilitas pendidikan.
- Penguatan sarana dan pelayanan kesehatan.
- Ketahanan pangan daerah melalui pemberdayaan UMKM industri unggulan.
- Pembangunan infrastruktur berkualitas.
- Penataan kota dan desa berkelanjutan berbasis lingkungan.
- Peningkatan prestasi seni, budaya, dan olahraga.
- Tata kelola pemerintahan yang adaptif, melayani, dan akuntabel.
Kepala Bappeda Litbang, M. Untung RLU, menambahkan bahwa Musrenbang ini juga menjadi momentum sinkronisasi kebijakan daerah dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto.
"Fokus utama kita adalah smart spending (pengeluaran cerdas). Setiap rupiah yang keluar harus memiliki dampak nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat," ujar Untung.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat Idul Fitri 1447 H ini dibuka dengan lantunan Sholawat dan diakhiri dengan penandatanganan berita acara bersama jajaran Forkopimda setempat.


Berita