Berita

Breaking News

Kenakan Kebaya, DLH Kotabaru Turun ke Jalan Bersihkan Sampah Peringati Hari Kartini


KOTABARU, kalseltoday.com – Momentum Hari Kartini ke-147 yang diperingati setiap 21 April menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus hidup hingga saat ini. Nilai perjuangannya tak hanya dikenang melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata perempuan Indonesia di berbagai bidang, termasuk menjaga lingkungan hidup.

Hal itu terlihat dari semangat para pegawai perempuan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotabaru yang turun langsung ke jalan membersihkan sampah sambil mengenakan kebaya, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Meski di bawah terik matahari, para pegawai tetap antusias menjalankan aksi bersih-bersih sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus penghormatan terhadap perjuangan kaum perempuan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru, Hj. Melinda Ratna Agustina, mengatakan penggunaan kebaya dalam kegiatan tersebut menjadi simbol perempuan Indonesia yang santun, anggun, namun tetap tangguh dan pekerja keras.

“Kami ingin menampilkan ciri khas budaya perempuan Indonesia, bahwa perempuan meski santun tetap pekerja keras,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan merupakan program khusus, melainkan bentuk spontanitas dan semangat jajaran DLH dalam memaknai Hari Kartini melalui aksi positif.

Menurutnya, peran perempuan dalam pengelolaan sampah sangat besar. Bahkan, sekitar 80 persen proses pengelolaan sampah berada di tangan perempuan, terutama dalam lingkup rumah tangga.

“Pengelolaan sampah skala rumah tangga mayoritas ditangani perempuan. Bahkan di TPS, TPST, maupun TPS3R, banyak perempuan yang terlibat dalam pemilahan sampah,” jelasnya.

Melinda menilai hal itu menunjukkan bahwa perempuan Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Jika dahulu Kartini memperjuangkan hak perempuan untuk memperoleh pendidikan dan kebebasan berpikir, kini semangat tersebut dilanjutkan oleh banyak perempuan melalui kontribusi nyata dalam kehidupan sosial, termasuk menjaga kebersihan dan kelestarian bumi.

Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi kenyamanan masyarakat. Menurutnya, nilai pengabdian tidak diukur dari jabatan, melainkan dari manfaat yang diberikan kepada banyak orang.

“Pekerjaan mulia bukan dinilai dari jabatan, tetapi dari manfaat yang diberikan bagi masyarakat,” tegasnya. (Siti Rahmah)

© Copyright 2022 - Kalsel Today