KOTABARU, kalseltoday.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kotabaru secara resmi menggelar Festival Teater Remaja 2026 tingkat SMP, SMA, dan SMK sederajat. Bertempat di Aula Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Paris Barantai, ajang seni yang berlangsung pada 13–14 Juni 2026 ini melatih ratusan pelajar untuk mengasah kepekaan sosial dan mencintai budaya lokal.
Festival yang digagas oleh Bidang Pembinaan Kebudayaan Disdikbud Kotabaru ini didukung penuh melalui Sub Kegiatan Peningkatan Pendidikan dan Pelatihan SDM Kesenian Tradisional Tahun Anggaran 2026. Tercatat, sebanyak 151 pelajar pilihan dari 13 sekolah se-Kabupaten Kotabaru ambil bagian dalam kompetisi ini. Sebelum unjuk gigi di atas panggung, seluruh peserta telah mengikuti technical meeting pada 23 Mei 2026 lalu untuk menyamakan visi dan teknis pelaksanaan.
Kepala Disdikbud Kabupaten Kotabaru, Akhmad Romansyah, S.Pd., M.AP., dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan, H. Eddy Cahyono, pada Sabtu (13/06/2026), menegaskan bahwa esensi utama dari festival ini adalah pembentukan karakter, bukan sekadar mengejar trofi juara.
"Teater hadir sebagai jawaban atas tantangan era digital. Remaja saat ini sangat mahir mengetik cepat di gawai mereka, namun sering kali gagap ketika harus berbicara dari hati ke hati. Melalui proses teater—mulai dari membedah naskah hingga mengatur posisi di panggung (blocking) para pelajar dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, dan menumbuhkan empati," ujar Eddy menyampaikan pesan Kadisdikbud.
Lebih lanjut, Eddy menjelaskan bahwa festival ini dirancang dengan tiga sasaran strategis:
Pemahaman Budaya:
Membantu pelajar mengenali keunikan nilai-nilai lokal dan nasional melalui karakter yang mereka mainkan.
Komunikasi dan Kepekaan Sosial:
Mengasah kemampuan berinteraksi dan memahami perasaan orang lain, baik sesama tim maupun penonton.
Penyampaian Pesan Sosial-Budaya:
Menyuarakan isu-isu penting seperti toleransi, cinta lingkungan, dan urgensi pendidikan melalui gerak, jeda, serta dialog teatrikal.
Melalui pendekatan ini, efek positifnya langsung terlihat di atas panggung. Remaja Kotabaru tampil lebih kreatif, berani mengekspresikan diri, serta solid dalam kerja sama tim. Warisan budaya lokal tidak lagi menjadi pajangan yang kaku, melainkan menjadi hidup dan dinamis melalui tubuh dan suara para aktor muda.
Untuk mengapresiasi totalitas para peserta, pihak panitia telah menyiapkan piala, piagam, serta uang pembinaan. Penghargaan akan diberikan untuk sejumlah kategori bergengsi, di antaranya Penampilan Terbaik, Sutradara Terbaik, Penata Artistik Terbaik, serta Aktris dan Aktor Terbaik. Demi menjaga kualitas kompetisi, dewan juri yang berkompeten ditunjuk untuk menilai secara objektif agar pemenang benar-benar lahir dari proses yang jujur dan kompetitif.
Menutup keterangannya, Eddy Cahyono menegaskan komitmen Disdikbud Kotabaru untuk menjadikan festival ini sebagai agenda berkelanjutan. Pihaknya bertekad membawa Kotabaru menjadi rumah yang ramah bagi ekspresi, pelestarian, dan pengembangan bakat seni teater generasi muda.
Seiring berjalannya festival, sebuah pesan kuat menggema dari Aula STKIP Paris Barantai: di ujung Kalimantan Selatan, anak-anak bangsa sedang ditempa untuk menjadi generasi yang berkarakter, berani bermimpi, dan siap menjaga kelestarian budaya di panggung kehidupan yang sesungguhnya. (Siti Rahmah)


Berita