Foto hanya ilustrasi (istimewa)

Banjar – Sejak hari jumat (05/07/2024) sampai dengan selasa (09/07/2024), sudah dua pasien meninggal dunia di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, akibat overdosis mabok kecubung yang dioplos, di kutip media ini pada Rabu (10/07/2024).


Buah kecubung memiliki efek anestesi, karena dapat menghilangkan kesadaran seseorang. Buah ini juga mengandung zat yang dapat menyebabkan halusinasi dan memberi efek relaksasi, yaitu metil kristalin.


Yuddy selaku Dirut RSJ Sambang Lihum menjelaskan Intoksikasi kecubung ini sudah berlangsung 5 hari sejak jumat (05/07/2024) hingga saat ini, semakin hari semakin terjadi peningkatan.


“Pertama diawal hari jum’at 7 pasian, sabtu 5 pasien, dan minggu kembali lagi 7 pasien, dan senin sampai hari ini selasa 9 pasien, dengan total 28, dan 3 diantaranya adalah wanita,” sebutnya.


Sejak hari jum’at sampai sekarang ada 2 pasien yang meninggal dikarenakan sesak napas.


“Pasien meninggal yang pertama dihari jum’at dan yang ke-dua tadi pagi, ini kondisi karena sudah menekan sesak napas dari efek Intoksikasi kecubung itu” jelas Yuddy.


Sementara itu, Dokter Psikiater Adiksi Firdaus Yamani menjelaskan bahwa Intoksikasi kecubung ini sangat berbahaya bagi si pengguna nya.


“Jadi pasien yang Intoksikasi kecubung apalagi dioplos dengan yang lain efeknya dengan kondisi gelisah, bicara tidak karuan dan juga sulit tidur sehingga kami memberikan suntikan agar mereka bisa tenang,” jelas Firdaus


“Serta juga diberikan deoritik yaitu obat supaya agar sering kencing, supaya zat kecubung dan zat yang lain-lain di dalam tubuh mereka bisa terkeluar melalui urine,” lanjutnya.


Adapun Intoksikasi kecubung itu berlangsung antara 2 – 3 hari setelah mereka membaik, lanjut lagi dengan perawatan 1 sampai 2 minggu lamanya.


“Jadi setelah intoksikasi berakhir tetap harus ada evaluasi follow up dari kondisi mereka,” pungkasnya. (Red)