![]() |
| Salah satu kawasan yang terdampak banjir cukup parah berada di Jalan Karya Tani, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur. (Foto: Tim) |
Di wilayah ini, genangan air telah bertahan hampir sepekan. Awalnya banjir hanya menutup akses jalan, namun dalam dua hari terakhir ketinggian air terus meningkat hingga memasuki rumah-rumah warga.
Salah seorang warga setempat, Nanang, menyebutkan bahwa kenaikan air terjadi cukup signifikan, terutama pada malam hari. Ia mengatakan kondisi banjir yang sebelumnya hanya mengganggu mobilitas kini memaksa warga bertahan di rumah yang terendam air.
“Genangan di jalan sudah sekitar seminggu, tapi air masuk ke rumah baru dua hari terakhir. Malam ini kenaikannya cukup cepat,” ujarnya, Jumat (2/1/2026) malam
Nanang juga menuturkan bahwa banjir sudah menjadi peristiwa yang berulang di kawasan Sungai Lulut. Bahkan, menurutnya, kejadian serupa hampir terjadi setiap tahun dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
“Hampir setiap tahun banjir terjadi. Yang paling parah itu tahun 2021, airnya tinggi dan lama surut,” katanya.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga, terutama dalam menjalankan pekerjaan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, warga berharap adanya perhatian serta bantuan dari pemerintah dan pihak terkait.
“Kami jadi sulit bekerja selama banjir. Untuk itu kami sangat berharap bantuan, terutama kebutuhan pokok dan obat-obatan,” tutup Nanang. (Tim)

Berita