BANJARBARU, kalseltoday.com - Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) resmi menyelenggarakan Kongres Nasional PB Lemkari 2026 di kawasan wisata Kiram Park, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan sekaligus memperkuat sistem pembinaan karate di level nasional.
Kongres dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin.
Dalam sambutannya, Rusma memberikan apresiasi tinggi atas terpilihnya Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah agenda berskala nasional tersebut.
"Lemkari sebagai salah satu perguruan karate tertua dan terbesar di Indonesia telah menunjukkan peran penting dalam mencetak atlet berprestasi. Kongres nasional ini menjadi momen strategis untuk merumuskan arah organisasi ke depan," ujar Rusma.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalsel berkomitmen terus mendukung pengembangan olahraga melalui kebijakan yang berorientasi pada prestasi. Menurutnya, investasi di bidang olahraga adalah investasi masa depan bagi bangsa.
Ketua Pengurus Besar (PB) Lemkari, Sahbirin Noor, menjelaskan bahwa kongres ini merupakan agenda rutin lima tahunan. Seiring berakhirnya masa bakti kepengurusan periode 2021–2026, Lemkari kini memasuki fase konsolidasi.
"Hari ini kita melaksanakan kongres setelah lima tahun. Ini menjadi agenda penting untuk melanjutkan arah organisasi ke depan," kata Sahbirin.
Beberapa poin utama yang dibahas dalam kongres meliputi, Konsolidasi Organisasi: Memperkuat struktur dari pusat hingga daerah, Tata Kelola: Perbaikan manajemen internal agar lebih profesional, Pemilihan Ketua Umum: Mencari sosok nahkoda baru untuk periode mendatang.
Terkait bursa calon Ketua Umum PB Lemkari yang baru, Sahbirin menegaskan bahwa proses pemilihan akan berjalan demokratis sesuai dengan dinamika persidangan.
"Kita serahkan kepada peserta. Nanti kita lihat hasil sidang-sidangnya," tuturnya singkat.
Kongres ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat serta perwakilan dari 18 provinsi di Indonesia. Selain menentukan pemimpin baru, forum ini juga menjadi ajang evaluasi kinerja selama lima tahun terakhir.
Sahbirin mengakui masih ada ruang untuk perbaikan, khususnya dalam hal koordinasi antarlembaga keolahragaan.
"Evaluasi pasti ada. Ke depan kita berharap koordinasi dengan organisasi lain bisa lebih baik lagi," pungkasnya.
Melalui Kongres Nasional 2026 ini, Lemkari diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan prestasi karateka Indonesia, baik di kancah nasional maupun internasional.(@dw)

Berita