TABALONG, kalseltoday.com – Perselisihan yang berawal dari saling ejek antara dua remaja perempuan di media sosial berujung pada keributan antar orang tua. Namun, masalah tersebut akhirnya berhasil diselesaikan secara kekeluargaan.
Kejadian bermula saat dua remaja perempuan yang masih duduk di bangku kelas IX SMP terlibat saling ejek melalui pesan WhatsApp. Perselisihan itu kemudian dilaporkan salah satu remaja kepada ibunya.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui Kasi Humas Polres Tabalong Iptu Heri Siswoyo, S.H., M.H., menjelaskan bahwa ibu berinisial LPS (36), warga Tanjung Selatan, Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, merasa tidak terima atas perlakuan tersebut.
LPS kemudian mendatangi rumah ibu dari remaja lainnya, yakni HER (38), warga Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta, pada Sabtu (3/5/2026) siang. Kedatangan LPS yang disertai kemarahan memicu suasana tegang dan sempat menimbulkan keributan.
Merasa tidak nyaman dengan kejadian itu, HER kemudian melaporkannya ke Polsek Tanta.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Minggu (4/5/2026) siang, Polsek Tanta yang dipimpin Kapolsek IPDA Aris Sufariyadi, S.H., M.H., memanggil kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi.
Setelah melalui proses dialog dan pembinaan, kedua ibu tersebut sepakat menyelesaikan permasalahan secara damai. Keduanya saling memaafkan dan berkomitmen untuk tidak mengulangi kejadian serupa di kemudian hari.
Kapolsek Tanta IPDA Aris Sufariyadi mengimbau para orang tua agar lebih bijak dalam menyikapi permasalahan yang melibatkan anak-anak.
“Orang tua diharapkan dapat lebih mengawasi dan membimbing anak, baik dalam pergaulan sehari-hari, di lingkungan sekolah, maupun dalam penggunaan gawai,” pesannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya peran orang tua dalam mengedukasi anak terkait etika berkomunikasi, terutama di era digital, agar konflik kecil tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar. (Tim)
Berita