BANJARMASIN, kalseltoday.com – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Selatan menggelar "Workshop Wartawan Daerah 2026" untuk memaparkan inisiatif strategis terbaru di pasar modal Indonesia, yakni pengembangan Exchange Traded Fund (ETF) Emas, Rabu, 29 April 2026.
Instrumen ini diproyeksikan menjadi solusi investasi modern yang mengombinasikan keamanan emas fisik dengan likuiditas tinggi pasar modal.
Emas sebagai Aset Primadona Global
Memasuki tahun 2026, emas mencetak pertumbuhan paling pesat dibandingkan kelas aset lainnya. Hal ini didorong oleh pelemahan indeks Dolar AS serta ketidakpastian makro global.
Indonesia, sebagai produsen emas terbesar ke-6 di dunia dengan cadangan mencapai 2.600 ton, memiliki posisi strategis untuk merevolusi ekosistem investasi melalui instrumen yang terstandarisasi.
Keamanan Terjamin & Prinsip Syariah
Melalui inisiatif ETFReform, ETF Emas di bursa Indonesia hadir dengan keunggulan utama:
* Underlying Fisik: Emas murni dengan standar LBMA (99,5%) atau SNI (99,9%).
* Efisien: Tanpa biaya penyimpanan fisik bagi investor.
* Dukungan Syariah: Telah memperoleh Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VIII/2025.
Lokasi Peluncuran & Keterlibatan Manajer Investasi
Peluncuran resmi (Grand Launch) ETF Emas dijadwalkan berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia Jakarta, pada Juni 2026.
Namun, pemilihan Kalimantan Selatan sebagai lokasi workshop wartawan menekankan pentingnya wilayah ini sebagai salah satu pilar komoditas nasional dalam ekosistem bullion.
Hingga saat ini, lebih dari 10 Manajer Investasi (MI) papan atas telah menyatakan minat dan menandatangani MoU untuk menerbitkan produk ini. Daftar MI tersebut mencakup para pemain besar yang selama ini aktif dalam pengelolaan reksa dana indeks dan ETF, di antaranya:
- Manajer Investasi BUMN: Seperti Bahana TCW Investment Management dan Danareksa Investment Management.
- Manajer Investasi Swasta Utama: Termasuk Indo Premier Investment Management (pelopor ETF di Indonesia), Batavia Prosperindo Aset Manajemen, dan Mandiri Manajemen Investasi.
Berdasarkan roadmap pengembangan, setelah finalisasi Peraturan OJK (POJK) pada Q1-2026, perdagangan ETF Emas di pasar sekunder akan dibuka untuk publik pada April - Juni 2026. Investor dapat mulai bertransaksi dengan satuan lot (setara 1 gram emas) melalui aplikasi sekuritas masing-masing. (@dw)


Berita