KOTABARU, kalseltoday.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) Kabupaten Kotabaru terus memperkuat program perlindungan perempuan dan anak hingga ke tingkat desa dan kelurahan.Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas PPPAPPKB Kotabaru
Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas PPPAPPKB Kotabaru, Zusana, mengatakan dalam beberapa bulan terakhir pihaknya memfokuskan program pada penguatan perlindungan perempuan dan anak berbasis masyarakat serta peningkatan kualitas keluarga melalui program Bangga Kencana.
“Prioritas utama kami adalah memastikan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, tetapi benar-benar hadir hingga ke desa-desa,” ujarnya.
Beberapa program prioritas yang terus digencarkan antara lain pembentukan dan penguatan Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), pembentukan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di desa maupun sekolah, hingga penanganan kasus melalui UPTD PPA.
Selain itu, pihaknya juga aktif memberikan edukasi pengasuhan keluarga serta pencegahan perkawinan usia anak kepada masyarakat.
Menurut Zusana, berbagai program yang telah berjalan mulai menunjukkan dampak positif di tengah masyarakat, terutama di desa-desa terpencil.
“Kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mulai meningkat. Selain itu, semakin banyak keluarga yang mengikuti edukasi pengasuhan anak,” jelasnya.
Tidak hanya itu, kini juga mulai terbentuk relawan Sahabat Perempuan dan Anak serta Forum Anak di tingkat desa dan kelurahan yang memiliki kepedulian terhadap isu perlindungan perempuan dan anak.
“Masyarakat juga semakin memahami pentingnya pola asuh positif dan pencegahan perkawinan usia anak. Memang perubahannya bertahap, tetapi dampaknya sudah mulai dirasakan,” tambahnya.
Untuk memastikan program benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan, Dinas PPPAPPKB menerapkan strategi pelayanan langsung ke desa melalui sosialisasi dan penyuluhan.
Pendampingan keluarga berisiko juga dilakukan bersama kader PKK dan relawan desa. Selain itu, edukasi terus diperluas melalui sekolah, rumah ibadah, dan komunitas masyarakat.
“Kami berupaya agar tidak ada keluarga yang terlewat dari layanan perlindungan dan pemberdayaan,” katanya.
Dalam menjalankan program, Dinas PPPAPPKB juga memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari organisasi perempuan, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, Forum Anak Desa, Karang Taruna, hingga dunia usaha melalui dukungan program CSR.
Zusana berharap partisipasi masyarakat dalam mendukung perlindungan perempuan dan anak di Kotabaru terus meningkat.
“Perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian dan gotong royong seluruh elemen masyarakat, kita dapat mewujudkan keluarga yang berkualitas, aman, dan sejahtera,” pungkasnya. (Siti Rahmah)
Berita