TANAH LAUT, kalseltoday.com — Kasus dugaan pembegalan yang sempat viral di Jalan Dewata, Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, ternyata hanyalah rekayasa. Pria yang sebelumnya mengaku menjadi korban pembegalan, Bambang, warga Desa Durian Bungkuk, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di Mapolsek Batu Ampar, Jumat (8/5/2026).
Dalam video klarifikasi berdurasi sekitar 30 menit, Bambang mengakui bahwa cerita pembegalan yang sempat menghebohkan masyarakat tersebut tidak benar. Ia mengaku nekat merekayasa kejadian karena terdesak persoalan ekonomi dan utang rumah tangga.
“Semua itu rekayasa. Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Tanah Laut,” ujar Bambang dalam video yang direkam di kantor Polsek Batu Ampar.
Sebelumnya, pada Rabu (6/5/2026), warga dihebohkan dengan kabar ditemukannya Bambang dalam kondisi tergeletak di semak belukar di kawasan Jalan Dewata. Saat itu, ia mengaku menjadi korban pembegalan saat hendak pergi ke pasar. Uang tunai dan telepon genggam miliknya disebut raib dibawa pelaku.
Korban sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Durian Bungkuk. Informasi tersebut pun cepat menyebar dan memicu keresahan masyarakat.
Menindaklanjuti laporan itu, Satreskrim Polres Tanah Laut bersama jajaran Polsek Batu Ampar langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan guna memburu pelaku.
Namun setelah dilakukan pendalaman, polisi memastikan tidak pernah terjadi aksi pembegalan sebagaimana yang diberitakan sebelumnya.
Kapolsek Batu Ampar membenarkan bahwa Bambang telah membuat surat pernyataan sekaligus video permintaan maaf di hadapan pihak kepolisian.
Terkait motifnya, Bambang mengaku tertekan persoalan ekonomi keluarga sehingga nekat membuat cerita palsu tersebut.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi serta lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Kasus ini akhirnya diselesaikan melalui pembinaan. Polisi meminta Bambang tidak mengulangi perbuatannya karena telah membuat masyarakat resah dan menguras tenaga serta sumber daya aparat kepolisian.

Berita