Berita

Breaking News

“Baku Sikat Fight” Vol. 2 Menggema di Kotabaru, Siap Jadi Kiblat Bela Diri Profesional Kalsel



KOTABARU, kalseltoday.com– Kotabaru Gemuruh sorak penonton memecah keheningan malam di Kabupaten Kotabaru saat gelaran "Baku Sikat Fight" Volume 2 resmi digulirkan pada Jumat, 27 Februari 2026. Event yang dipromotori oleh Saibitar Camp ini bukan sekadar ajang adu ketangkasan, melainkan sebuah misi besar untuk membangun ekosistem industri olahraga bela diri yang profesional di Kalimantan Selatan. 

Acara ini dibuka secara resmi oleh perwakilan Ketua Umum KONI Kabupaten Kotabaru, Bapak Awaludin, S.Hut., M.M., yang diwakili oleh Dr. Usman Pahero, M.Pd.. Dalam sambutannya, pihak KONI memberikan apresiasi tinggi atas keberanian panitia menyelenggarakan event berskala besar di bulan suci Ramadan.

"Kami dari KONI sangat mengapresiasi tekad panitia. Di saat orang lain mungkin memilih beristirahat di bulan Ramadan, malam ini kita justru menyaksikan semangat luar biasa. Ini adalah sarana monitoring dan evaluasi bagi atlet-atlet kita agar mampu berprestasi hingga tingkat nasional," ujar Dr. Usman.

Ketua Saibitar Camp. Lastiadi Muhtadin, S.Si., P.D., M.Pd., menegaskan bahwa lembaga mereka kini menjadi payung bagi empat cabang olahraga bela diri utama: Sambo, Hapkido, MMA, dan Kickboxing. Ia menekankan bahwa "Baku Sikat Fight" diciptakan untuk memberikan jam terbang bagi para atlet lokal agar tidak canggung saat terjun ke level yang lebih tinggi.

"Kami ingin atlet kita merasakan atmosfer pertandingan profesional seperti yang ada di ajang HSS atau Beyond Combat. Ini adalah tempat untuk menguji hasil latihan keras mereka selama ini," jelas Lastiadi.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Head Team Baku Sikat, Yordan Ramon, S.Sos., mengungkapkan bahwa volume kedua ini mengalami peningkatan signifikan dalam hal partisipasi dan kualitas penyelenggaraan dibandingkan edisi pertama di Limbung Raya pada Desember 2025.

• Skala Pertandingan: Sebanyak 50 petarung berlaga dalam 25 partai pertandingan yang dibagi dalam dua malam pelaksanaan.
• Keberagaman Peserta: Peserta datang dari klub-klub di Kotabaru dan Tanah Bumbu, melibatkan personel TNI/Polri, hingga kategori khusus influencer media sosial untuk menarik minat publik.
• Kategori Usia: Panitia mulai memberikan ruang bagi kategori Junior (anak-anak usia SD) sebagai upaya regenerasi, di samping kategori utama untuk petarung usia 16 tahun ke atas.
• Sistem Head-to-Head: Pertandingan disusun dengan sistem pertemuan langsung berdasarkan kesesuaian berat badan dan rekam jejak kemampuan para petarung.

Guna menjamin kelancaran acara, Polres Kotabaru memberikan dukungan penuh dengan menerjunkan personel pengamanan secara maksimal. Kabagops Polres Kotabaru, Kompol Koes Adi Dharma, S.S.T.Pel., menyatakan bahwa kepolisian hadir untuk memastikan adrenalin masyarakat tersalurkan ke jalur yang positif.

"Kami menyiagakan 12 personel setiap harinya yang dipimpin oleh seorang Perwira Pengendali (Padal). Kami menghimbau agar persaingan hanya terjadi di dalam arena; setelah selesai, semua harus kembali bersaudara tanpa ada konflik di luar lapangan," tegas Kompol Koes Adi Dharma.

Keberhasilan di Kotabaru hanyalah langkah awal. Yordan Ramon membeberkan rencana ambisius timnya untuk membawa "Baku Sikat Fight" berkeliling wilayah Kalimantan Selatan dalam bentuk tur.

"Target terdekat kami adalah Volume 3 di Banjarbaru pada bulan April mendatang. Kami ingin menciptakan industri di mana atlet, pelatih, hingga ofisial bisa hidup layak dari prestasi olahraga ini," pungkas Yordan. Selain Banjarbaru, rencana tur ini juga membidik wilayah lain seperti Banjarmasin, Kandangan, hingga Tapin. (Siti Rahmah)
© Copyright 2022 - Kalsel Today