Berita

Breaking News

Sapi Kurban Mengamuk di Banjarmasin, Seorang Warga Tewas Terseret

Keterangan foto: korban terseret hewan qurban hanya ilustrasi hasil dari kecerdasan buatan

BANJARMASIN, kalseltoday.com — Suasana persiapan Idul Adha 1447 Hijriah di kawasan Kampung Arab, Gang Ibu, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan, berubah menjadi duka. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah terseret sapi kurban yang mengamuk.

Korban diketahui bernama Zulfikar (53), yang akrab disapa Opek. Ia diduga tewas setelah terseret seekor sapi kurban yang lepas kendali saat proses pemindahan pada Selasa (26/5/2026) sore.

Peristiwa itu sontak menghebohkan warga sekitar. Di tengah kawasan permukiman padat, sapi kurban tersebut tiba-tiba memberontak dan berlari kencang hingga memicu kepanikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika korban bersama sejumlah warga hendak memindahkan sapi kurban ke lokasi lain. Namun, hewan tersebut diduga sudah menunjukkan gelagat tidak tenang sejak diturunkan dari mobil pikap pengangkut.

Salah seorang warga setempat, Rahmat, mengatakan sapi itu sejak awal terlihat agresif dan sulit dikendalikan.

“Informasinya sapi ini memang sudah mengamuk sejak diturunkan dari mobil pikap. Mungkin stres,” ujar Rahmat.

Saat proses pemindahan berlangsung, korban diketahui memegang tali pengikat sapi. Tak lama kemudian, sapi tersebut mendadak memberontak dan berlari dengan kecepatan tinggi. Karena tangan korban diduga terlilit tali, ia tidak sempat menyelamatkan diri dan ikut terseret cukup jauh.

“Korban sempat terseret lumayan jauh, kira-kira sekitar 50 meteran,” tambah Rahmat.

Di tengah kejadian itu, tubuh korban diduga sempat membentur sapi lain yang sebelumnya telah diamankan warga di sekitar lokasi. Benturan tersebut membuat lilitan tali terlepas, sebelum korban akhirnya terjatuh ke jalan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Warga yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Islam Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong. Opek dilaporkan meninggal dunia pada malam hari sekitar pukul 20.00 WITA.

Sementara itu, sapi kurban yang sempat lepas akhirnya berhasil diamankan kembali setelah warga bergotong royong mengepung hewan tersebut.

Insiden maut ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Kampung Arab. Rumah duka dipenuhi kerabat dan tetangga yang datang untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Akibat kejadian tersebut, panitia kurban setempat memutuskan menunda penyembelihan sapi yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Rabu (27/5/2026). Warga memilih memprioritaskan proses pemakaman korban terlebih dahulu. Penyembelihan hewan kurban direncanakan dilaksanakan pada Kamis (28/5/2026).

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak terkait mengenai insiden tersebut. (Red)

© Copyright 2022 - Kalsel Today