KOTABARU, kalseltoday.com – Pembangunan Jembatan Merah Putih di Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga awal Juni 2026, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan rampung pada bulan ini.
Informasi tersebut disampaikan oleh Pasi Intel Kodim 1004/Kotabaru, Kapten Czi Noor Widayat, yang menjadi narasumber dalam penyampaian perkembangan pembangunan jembatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembangunan sempat mengalami keterlambatan akibat banjir yang melanda kawasan Hampang beberapa waktu lalu.
"Progres pembangunan saat ini sudah mencapai sekitar 70 persen. Memang sempat mengalami keterlambatan karena faktor banjir, namun pengerjaan terus kami kebut dan ditargetkan selesai pada bulan Juni ini," ujar Kapten Inf Dayat.
Pembangunan Jembatan Merah Putih merupakan salah satu upaya untuk membuka keterisolasian wilayah pedalaman Kecamatan Hampang sekaligus meningkatkan konektivitas antar desa yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut melibatkan Kodim 1004/Kotabaru bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kehadiran TNI melalui Kodim 1004/Kotabaru menjadi bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Menurut Kapten Inf Dayat, jembatan tersebut bukan hanya berfungsi sebagai sarana penyeberangan, tetapi juga menjadi akses vital yang akan menunjang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan hingga perekonomian.
"Jembatan Merah Putih ini bukan sekadar proyek fisik. Ini adalah jembatan harapan bagi masyarakat pedalaman, terutama anak-anak sekolah agar dapat beraktivitas dengan aman, sekaligus menjadi urat nadi baru yang akan menggerakkan roda perekonomian warga," jelasnya.
Selama ini, masyarakat di sejumlah wilayah pedalaman Hampang harus menghadapi berbagai kendala saat menyeberangi sungai, terutama ketika musim hujan tiba dan debit air meningkat. Kondisi tersebut kerap menghambat aktivitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Karena itu, keberadaan Jembatan Merah Putih diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, memperlancar arus barang dan jasa, serta meningkatkan akses pelayanan publik bagi masyarakat di kawasan pedalaman.
Saat ini, pengerjaan terus dilakukan dengan mengedepankan standar kualitas dan keselamatan konstruksi. Setelah struktur utama selesai, pembangunan akan dilanjutkan dengan tahap penyelesaian akhir, termasuk pengecatan warna merah putih yang menjadi identitas sekaligus simbol persatuan dan semangat kebangsaan.
Dengan target penyelesaian pada Juni 2026, masyarakat Hampang berharap jembatan tersebut segera dapat difungsikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga dan menjadi penggerak pembangunan di wilayah pedalaman Kabupaten Kotabaru. (Siti Rahmah)


Berita