HSU, kalseltoday.com – Komitmen mendukung program swasembada pangan nasional terus diwujudkan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melalui pemantauan berkelanjutan terhadap perkembangan lahan jagung milik petani di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Salah satu upaya tersebut dilakukan personel Polsek Amuntai Tengah dengan melaksanakan monitoring perkembangan swasembada jagung atau program ketahanan pangan di Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan monitoring dipimpin oleh personel Polsek Amuntai Tengah yang terdiri dari AIPTU Eko Yuli Setyawan, BRIPKA Roy Hermawan, BRIGPOL M. Fajar Adha, BRIGPOL Juliansyah, dan BRIPDA M. Zainal Hilmi. Mereka melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lahan pertanian jagung milik warga guna mengetahui perkembangan tanaman sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi para petani.
Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nurmantyo, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
“Monitoring ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan lahan jagung milik petani sekaligus memastikan program ketahanan pangan berjalan dengan baik. Selain itu, hasil pemantauan juga menjadi bahan laporan dan evaluasi bagi pimpinan dalam menentukan langkah-langkah yang diperlukan ke depan,” ujar IPTU Asep, Rabu (17/06/2026).
Dari hasil pemantauan di lapangan, diketahui bahwa sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah saat ini masih tergenang air. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petani karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman maupun rencana penanaman jagung pada musim berikutnya.
Menurut IPTU Asep, genangan air yang masih cukup tinggi diperkirakan akan berdampak pada kegiatan budidaya jagung dalam beberapa bulan ke depan. Banyak lahan yang belum memungkinkan untuk dilakukan penanaman kembali hingga kondisi air benar-benar surut.
“Sebagian besar lahan pertanian masih tergenang sehingga penanaman jagung dalam waktu dekat belum dapat dilaksanakan secara optimal. Namun demikian, kami akan terus memantau perkembangan kondisi lahan dan debit air yang menggenangi area pertanian,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemantauan secara berkala akan terus dilakukan sebagai bentuk pendampingan terhadap para petani sekaligus untuk memberikan rekomendasi terkait langkah-langkah yang perlu diambil guna mendukung keberhasilan program swasembada pangan di wilayah tersebut.
Polres HSU berharap kondisi cuaca dan debit air segera membaik sehingga aktivitas pertanian dapat kembali berjalan normal. Dengan sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan para petani, program ketahanan pangan nasional di Kabupaten Hulu Sungai Utara diharapkan tetap dapat berjalan secara optimal.
Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Berita