Berita

Breaking News

Heboh Kabar TK Tunas Pertiwi Terbakar, Pemdes Sumber


BANJAR, kalseltoday.com  — Kabar mengenai kebakaran yang disebut menimpa Sekolah TK Tunas Pertiwi di Desa Sumber Sari, Kecamatan Cinta Puri, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dipastikan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan, Jumat (28 Agustus 2026).

Hasil pemantauan di lokasi menunjukkan, bangunan yang terbakar bukan merupakan gedung sekolah TK yang masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, melainkan sebuah bangunan lama yang sudah lama tidak difungsikan.

Bangunan tersebut disebut merupakan bangunan peninggalan program transmigrasi pada masa pemerintahan Presiden ke-2 RI, Soeharto. Kondisinya sudah lama terbengkalai dan tidak lagi digunakan oleh masyarakat maupun pihak sekolah.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00 WITA dan baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.00 WITA.

Pada saat kejadian, unsur TNI, Kepolisian serta pemerintahan desa dan Kecamatan Cinta Puri turut melakukan pemantauan terhadap situasi. Pada Jumat (28/8/2026), awak media juga melakukan pemantauan langsung ke lokasi kejadian bersama pihak kepolisian dari Polres Banjar.

Sekretaris Desa Sumber Sari, Nur Bainah, saat ditemui didampingi suaminya, Hadiansyah, menjelaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Memang benar ada kebakaran. Tetapi yang terbakar itu bukan gedung sekolah TK yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Itu bangunan lama yang sudah tidak dipakai,” ujar Nur Bainah.

Menurutnya, bangunan tersebut selama ini dalam kondisi kosong dan tidak difungsikan.

“Selama ini memang kosong. Tidak dipergunakan lagi. Kondisinya juga sudah banyak ditumbuhi rumput liar,” katanya.

Nur Bainah berharap masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum mengetahui kondisi sebenarnya.

“Kami berharap masyarakat jangan memberikan atau menyebarkan berita yang tidak benar. Sebaiknya dicek dulu kebenarannya supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa kebakaran memang terjadi, namun penyebutan bahwa sekolah TK yang terbakar dinilai tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.

“Kalau kebakarannya memang benar. Tetapi bukan TK-nya yang terbakar. Yang terbakar itu bangunan lama yang sudah tidak terpakai,” ujar Nur Bainah.

Bangunan Lama Puluhan Tahun Terbengkalai
Sementara itu, Hadiansyah menjelaskan bahwa bangunan yang terbakar merupakan bangunan lama yang sudah tidak layak digunakan.

“Menanggapi kabar di media sosial bahwa sekolah TK di sini terbakar, kenyataannya bangunan yang terbakar itu bukan sekolah TK,” kata Hadiansyah.

Ia menyebut bangunan tersebut sudah berdiri sejak masa program transmigrasi dan telah lama tidak dimanfaatkan.

“Itu bangunan lama, zaman dulu. Kurang lebih sudah 20 tahunan terbengkalai dan sudah tidak layak pakai,” ujarnya.

Hadiansyah menambahkan, bangunan tersebut lebih menyerupai bangunan lama atau rumah dinas yang sudah tidak digunakan.

“Jadi masyarakat perlu mengetahui kondisi sebenarnya. Jangan sampai karena informasi yang kurang lengkap, kemudian muncul anggapan bahwa sekolah TK yang masih aktif ikut terbakar,” katanya.

Apresiasi Respons Aparat
Di sisi lain, Nur Bainah menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian dan TNI yang dinilai cepat merespons kejadian tersebut.

“Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pak Polisi dan Pak Tentara yang sudah datang ke desa kami tadi malam dan dengan tanggap memantau kejadian,” ucapnya.

Menurut dia, kehadiran aparat di lokasi memberikan rasa aman sekaligus membantu memastikan situasi tetap terkendali.

Dengan adanya klarifikasi dari pemerintah desa dan hasil pemantauan langsung di lokasi, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi yang lebih utuh mengenai peristiwa tersebut.

Pemerintah desa juga mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi melalui media sosial, terutama informasi mengenai suatu peristiwa yang belum dipastikan kebenarannya.

Fakta di lapangan menjadi penting agar pemberitaan mengenai suatu kejadian tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keresahan di masyarakat.(@dw)
© Copyright 2022 - Kalsel Today