![]() |
| Ketua CAKRA Kalsel, Rahman Sugito (kanan) saat prosesi pemotongan tumpeng di hari jadi Cakra Kalsel ke-6 |
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua Cakra Kalsel, Rahman Sugito atau yang akrab disapa Mbah Gito, di Jalan Simpang Limau, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, tersebut dihadiri para anggota Cakra Kalsel.
Peringatan hari jadi ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang perjalanan organisasi selama enam tahun, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, menjaga kebersamaan, serta memperkuat rasa kekeluargaan antaranggota.
![]() |
| Santoso selaku Pemandu acara di hari jadi Cakra Kalsel ke-6, |
Dalam tausiyahnya, Ustadz Abdul Basyid mengingatkan bahwa silaturahmi bukan sekadar bertemu dan berkumpul, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan antarsesama.
“Silaturahmi itu jangan hanya dilakukan ketika kita membutuhkan sesuatu. Justru silaturahmi harus dijaga dalam keadaan apa pun, karena dari silaturahmi tumbuh rasa saling mengenal, saling memahami, saling membantu dan memperkuat persaudaraan,” ujar Ustadz Abdul Basyid.
![]() |
| Ustadz Abdul Basyid saat memberikan tausiyah |
“Kalau silaturahmi kuat, insyaallah kebersamaan juga akan kuat. Jangan sampai perbedaan menjadi penghalang untuk bersaudara. Jadikan perbedaan sebagai kekayaan untuk saling melengkapi,” pesannya.
Usai tausiyah, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua Cakra Kalsel, Rahman Sugito. Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada Pembina Cakra Kalsel, Purwoko, serta kepada anggota Cakra sebagai simbol rasa syukur sekaligus kebersamaan.
![]() |
| Rahman Sugito, ketua Cakra Kalsel |
“Alhamdulillah, malam ini kita bisa berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan untuk memperingati Hari Jadi Cakra Kalsel yang ke-6. Ini bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi bagaimana kita terus menjaga persaudaraan dan kebersamaan yang selama ini sudah terjalin,” kata Rahman Sugito.
Pria yang akrab disapa Mbah Gito itu berharap Cakra Kalsel ke depan semakin solid dan mampu memberikan manfaat, baik bagi anggota maupun masyarakat di sekitarnya.
“Harapan saya, Cakra tetap guyub, rukun dan kompak. Jangan hanya berkumpul saat ada acara, tetapi hubungan kekeluargaan ini harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Kalau ada anggota yang membutuhkan, mari kita saling membantu,” tuturnya.
![]() |
| Purwoko (kanan), pembina Cakra Kalsel |
“Enam tahun bukan waktu yang singkat. Yang paling penting bukan sekadar lamanya sebuah organisasi berdiri, tetapi bagaimana kebersamaan dan kekeluargaan di dalamnya tetap terjaga,” ujar Purwoko.
Ia juga berpesan agar seluruh anggota Cakra terus mempertahankan nilai-nilai persaudaraan dan saling menghargai.
“Jaga kekompakan, jaga komunikasi dan jangan mudah terpecah oleh perbedaan. Cakra harus menjadi rumah bersama yang membuat setiap anggotanya merasa memiliki dan menjadi bagian dari keluarga besar,” katanya.
Peringatan Hari Jadi ke-6 Cakra Kalsel berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh makna. Kebersamaan para anggota yang hadir menjadi gambaran bahwa semangat persaudaraan menjadi salah satu kekuatan utama dalam perjalanan Cakra Kalsel.
Momentum tersebut ditutup dengan doa dan kebersamaan antaranggota, sekaligus menjadi harapan agar Cakra Kalsel terus berkembang, semakin solid, serta mampu menjaga semangat silaturahmi dan kekeluargaan di tengah masyarakat. (FR).












Berita