Berita

Breaking News

Basarnas Hentikan Penyelaman KMP Virgo, Dua Jasad Kembali Ditemukan

BANJARMASIN – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 memasuki fase baru. Setelah 21 hari melakukan pencarian intensif, Basarnas menghentikan sementara metode penyelaman ke dalam bangkai kapal dan mengalihkan fokus pencarian ke permukaan laut serta wilayah pesisir.

Keputusan tersebut diambil setelah kondisi bangkai kapal dinilai semakin berisiko bagi keselamatan penyelam. Selain struktur kapal yang tidak stabil, kondisi di dalam lambung kapal juga dipenuhi sedimen, puing, material tajam serta tumpahan minyak yang membuat proses penyelaman semakin sulit dan berbahaya.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan tim sebelumnya telah berupaya melakukan pencarian di bagian dalam kapal pada kedalaman sekitar 27 meter. Sejumlah akses bahkan berhasil dibuka untuk memungkinkan penyelam masuk ke bagian lambung kapal.

Namun, sejak hari ke-19 operasi, tidak lagi ditemukan korban di dalam bangkai kapal. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk mengubah strategi pencarian.

“Kapal berisiko mengalami perubahan kemiringan atau pergeseran secara mendadak yang dapat membahayakan penyelam di dalam lambung serta visibilitas yang terbatas akibat endapan sedimen dan puing (debris) rawan memicu disorientasi,” ujar Syafii.

Selain itu, keterbatasan waktu penyelaman menggunakan tabung scuba pada kedalaman sekitar 27 meter juga menjadi tantangan. Waktu efektif penyelam hanya sekitar 20 menit dalam setiap sesi.

Meski metode penyelaman dihentikan, operasi SAR secara keseluruhan tidak dihentikan. Tim gabungan justru memperluas pencarian dengan menyisir permukaan laut dan garis pantai di sejumlah wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus.

Basarnas melakukan pemetaan ulang dengan memperhitungkan arah angin, gelombang dan arus laut. Area pencarian mencakup wilayah perairan dan pesisir di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat.

Dua Jasad Kembali Ditemukan

Strategi pencarian di permukaan kembali membuahkan hasil. Pada hari ke-22 operasi, Minggu (4/10/2026), tim SAR menemukan dua jasad korban di kawasan Pantai Seruyan, Kalimantan Tengah.

Temuan tersebut menambah jumlah korban yang telah berhasil ditemukan selama operasi pencarian KMP Virgo Transport 8.

Hingga hari ke-22, sebanyak 190 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang berada dalam kapal. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 82 orang dinyatakan meninggal dunia.

Dengan demikian, masih terdapat 53 korban yang belum ditemukan dan hingga kini masih menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan.

Libatkan Ribuan Personel

Selama operasi berlangsung, Basarnas mengerahkan kekuatan besar dengan melibatkan lebih dari 1.200 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, kementerian/lembaga serta berbagai unsur terkait.

Operasi tersebut juga didukung 24 kapal besar, tujuh pesawat udara dan 63 penyelam spesialis underwater SAR.

Luasnya wilayah pencarian menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Dengan kemungkinan korban terbawa arus hingga wilayah yang jauh dari lokasi kecelakaan, penyisiran garis pantai dan permukaan laut kini menjadi salah satu strategi utama untuk menemukan korban yang masih hilang.

Sementara itu, pemerintah juga mendorong proses salvage atau penanganan dan pengangkatan badan kapal untuk menstabilkan posisi KMP Virgo Transport 8.

Basarnas menyatakan pencarian di dalam lambung kapal masih memungkinkan dilakukan kembali setelah badan kapal berhasil diangkat dan dinyatakan stabil. Namun, proses tersebut akan dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan personel SAR.

“Pencarian di dalam lambung kapal akan kembali dilakukan secara terukur setelah badan kapal berhasil diangkat dan dinyatakan dalam kondisi stabil,” jelas Syafii.

Dengan ditemukannya dua jasad terbaru, tim SAR kembali memperkuat pencarian di kawasan pesisir dan perairan yang menjadi jalur kemungkinan terbawanya korban.

Operasi pencarian akan terus dilanjutkan untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban, sekaligus menemukan sebanyak mungkin korban yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya. (Red)

© Copyright 2022 - Kalsel Today