BARITO KUALA – Warga Desa Tinggiran Baru, Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, berharap adanya bantuan dari pemerintah maupun para donatur untuk membangun kembali gudang penyimpanan perlengkapan fardhu kifayah yang hancur diterjang angin ribut sekitar dua bulan lalu.
Bangunan yang selama ini digunakan untuk menyimpan berbagai perlengkapan pemakaman, seperti keranda, bak mandi jenazah, ember, gayung, dan peralatan lainnya tersebut, mengalami kerusakan total setelah diterpa angin kencang pada malam hari sekitar pukul 02.00 Wita.
Salihin, warga Desa Tinggiran Baru yang menceritakan kejadian tersebut pada Kamis (5/11/2026), mengatakan bangunan berukuran 3 x 3 meter itu tidak mampu bertahan menghadapi terjangan angin ribut.
Akibat kejadian tersebut, bangunan berbahan kayu itu rata dengan tanah dan hanya menyisakan bagian lantainya.
Kerusakan tersebut membuat warga setempat harus mencari tempat sementara untuk menyimpan perlengkapan fardhu kifayah yang biasa digunakan ketika ada warga meninggal dunia.
Ketua Kerukunan Persatuan Fardhu Kifayah Desa Tinggiran Baru, Nafhan, mengatakan pihaknya bersama masyarakat sebenarnya telah berupaya membangun kembali gudang tersebut melalui pengumpulan dana secara sukarela.
Namun, dana yang berhasil dihimpun hingga kini belum mencukupi untuk merealisasikan pembangunan.
"Kami sudah berupaya mengumpulkan dana secara gotong royong bersama warga. Namun, sampai sekarang hasilnya belum maksimal sehingga pembangunan kembali tempat penyimpanan tersebut belum bisa dilaksanakan," ujarnya.
Untuk sementara waktu, berbagai perlengkapan pemakaman terpaksa dititipkan dan disimpan di rumah warga setempat. Kondisi ini tentu menjadi kendala karena peralatan tersebut merupakan kebutuhan penting masyarakat dalam menjalankan pelayanan fardhu kifayah.
Nafhan berharap kepedulian berbagai pihak dapat membantu mempercepat pembangunan kembali gudang tersebut, baik melalui bantuan pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, maupun para dermawan yang bersedia menyisihkan sebagian rezekinya.
"Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah maupun para donatur agar gudang penyimpanan perlengkapan fardhu kifayah ini bisa segera dibangun kembali. Fasilitas ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama ketika ada warga yang meninggal dunia," harapnya.
Menurutnya, keberadaan tempat penyimpanan tersebut bukan sekadar fasilitas bangunan, melainkan sarana penunjang pelayanan sosial dan keagamaan masyarakat yang digunakan bersama untuk kepentingan warga desa.
Dengan adanya bantuan dan kepedulian berbagai pihak, warga berharap pembangunan gudang berukuran 3 x 3 meter itu dapat segera terwujud sehingga perlengkapan fardhu kifayah bisa kembali tersimpan dengan baik dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan. (Tim)

Berita