JAKARTA, kalseltoday.com - Pemerintah memproyeksikan kenaikan harga tiket pesawat domestik di kisaran 9 hingga 13 persen menyusul kebijakan penyesuaian fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar oleh maskapai.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut merupakan dampak dari meningkatnya harga avtur di pasar global. Penyesuaian fuel surcharge untuk pesawat jet dan propeller naik signifikan dari sebelumnya 10 persen menjadi 38 persen.
“Kenaikan ini dilakukan untuk merespons lonjakan harga avtur. Namun, pemerintah tetap menjaga agar kenaikan harga tiket domestik tetap terjangkau, yakni di kisaran 9–13 persen,” ujar Airlangga.
Ia menegaskan, kebijakan kenaikan fuel surcharge tersebut bersifat sementara dan hanya berlaku selama dua bulan.
Lonjakan harga avtur sendiri tidak lepas dari dinamika geopolitik global, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang berdampak pada harga energi dunia.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa meski terjadi kenaikan harga avtur di dalam negeri, tarif yang berlaku masih relatif kompetitif dibandingkan negara lain, khususnya di kawasan regional.
“Memang ada kenaikan dari Pertamina, tetapi jika dibandingkan dengan harga avtur di negara lain, khususnya negara tetangga, kita masih jauh lebih kompetitif,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Senin (5/4/2026).
Berdasarkan data per 1 April 2026, harga avtur domestik yang ditetapkan PT Pertamina (Persero) mencapai Rp23.551 per liter. Angka ini melonjak 72,45 persen dibandingkan harga pada Maret 2026 yang berada di level Rp13.656 per liter.
Kenaikan juga terjadi di pasar internasional. Harga avtur global tercatat naik dari 0,742 dolar AS per liter menjadi 1,338 dolar AS per liter, atau meningkat sekitar 80,32 persen.
Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan harga energi global serta dampaknya terhadap sektor transportasi udara, guna menjaga keseimbangan antara keberlanjutan industri penerbangan dan daya beli masyarakat. (Tim)
Berita