Berita

Breaking News

Jagung Hibrida Bisi 18 Tumbuh Subur di Pulau Damar, Polsek Banjang Lakukan Monitoring Intensif


HSU, kalseltoday.com – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendampingan dan pengawasan di sektor pertanian. Salah satunya dilakukan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), yang melaksanakan monitoring perkembangan lahan swasembada jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan monitoring yang dimulai pukul 10.30 Wita tersebut dilaksanakan oleh AIPTU Noryadi selaku Ka Jaga bersama BRIGADIR Fahmi Rachman dan BRIPDA M. Alfito Gusna. Mereka turun langsung ke lokasi untuk melihat perkembangan tanaman jagung yang menjadi bagian dari program swasembada pangan dan binaan Polri.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lahan milik Sadikin yang dikelola oleh Kelompok Tani Mandiri binaan Polri memiliki luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Tanaman jagung yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pakan dengan varietas unggul Hibrida Bisi 18.

Jagung tersebut ditanam pada 12 Mei 2026 dan saat ini telah memasuki usia tanam 35 hari dengan tinggi tanaman berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter. Pertumbuhan tanaman dinilai cukup baik dan menunjukkan perkembangan yang positif.

Dalam proses budidayanya, petani menggunakan sekitar 100 kilogram bibit atau setara 100 bungkus. Untuk menunjang pertumbuhan tanaman digunakan pupuk NPK 16-16-16 dan dolomit, sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Adapun peralatan pertanian yang digunakan masih bersifat manual.

Kapolsek Banjang melalui Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada jagung di daerah.

"Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif mendukung program strategis pemerintah, termasuk di sektor pertanian. Monitoring ini bertujuan memastikan perkembangan tanaman berjalan optimal sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar terus meningkatkan produktivitas lahannya," ujar IPTU Asep.

Ia menambahkan, pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu membantu petani mengatasi berbagai kendala yang mungkin muncul selama masa tanam hingga panen.

Menurut hasil monitoring, tanaman jagung di lahan tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026. Dengan kondisi pertumbuhan yang cukup baik saat ini, hasil panen diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Polsek Banjang menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap lahan-lahan pertanian binaan sebagai bentuk nyata dukungan Polri terhadap kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Ary)

© Copyright 2022 - Kalsel Today