Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, berfoto bersama Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zainal Helmie, beserta jajaran pengurus PWI Kalsel usai audiensi di Kantor Pusat Bank Kalsel, Banjarmasin, Selasa (9/6/2026). |
Kepastian tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, saat menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan di Kantor Pusat Bank Kalsel, Banjarmasin, Selasa (9/6/2026).
Fachrudin mengungkapkan, seluruh persiapan menuju operasional sebagai bank devisa telah rampung dan kini hanya menyisakan tahapan akhir sebelum layanan resmi dijalankan.
“Seluruh persiapan sudah kami lakukan. Saat ini kami tinggal menuntaskan proses akhir sebelum resmi beroperasi sebagai bank devisa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perjalanan Bank Kalsel menuju status bank devisa tidaklah singkat. Setelah memperoleh izin prinsip pada akhir Desember 2025, Bank Kalsel harus memenuhi berbagai persyaratan yang mencakup aspek administrasi, operasional, manajemen risiko, teknologi informasi, kepatuhan, hingga kesiapan sumber daya manusia.
Dengan status bank devisa, Bank Kalsel nantinya dapat menyediakan berbagai layanan transaksi dalam mata uang asing, seperti transfer internasional, pembukaan rekening valuta asing (valas), transaksi ekspor-impor, remitansi, serta berbagai layanan pendukung perdagangan internasional sesuai ketentuan yang berlaku.
Fachrudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses transformasi tersebut.
“Kami bersyukur seluruh tahapan dapat dilalui dengan baik. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini mendukung penguatan Bank Kalsel,” katanya.
Menurutnya, status baru sebagai bank devisa akan membuka peluang bisnis yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah perkembangan sektor keuangan yang semakin dinamis.
“Dengan menjadi bank devisa, kami memiliki ruang yang lebih besar untuk melayani kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, termasuk sektor perdagangan internasional. Kami berharap langkah ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Fachrudin juga berharap sinergi antara Bank Kalsel dan insan pers, khususnya PWI Kalimantan Selatan, terus terjalin dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan daerah kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zainal Helmie, menyambut positif rencana operasional Bank Kalsel sebagai bank devisa. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan potensi ekonomi Kalimantan Selatan yang terus berkembang dan didukung sektor pertambangan, perkebunan, perdagangan, serta berbagai sektor unggulan lainnya.
“Kami mengapresiasi capaian Bank Kalsel yang segera menjadi bank devisa. Kehadiran layanan perbankan internasional ini diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi daerah, memperkuat investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan ke depan,” ujar Zainal Helmie.
Dengan status sebagai bank devisa, Bank Kalsel diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan kepada pelaku usaha, eksportir, investor, maupun masyarakat yang membutuhkan transaksi lintas negara, sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu motor penggerak perekonomian daerah (Ril)

Berita