JAKARTA – Program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) menjadi sorotan publik setelah jumlah peserta yang meninggal dunia bertambah menjadi lima orang. Tragedi tersebut memicu desakan dari berbagai pihak agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.
Berdasarkan data Kementerian Pertahanan, lima peserta yang meninggal dunia masing-masing adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Diasari. Penyebab kematian yang disampaikan pemerintah bervariasi, mulai dari henti jantung (cardiac arrest), heat stroke, komplikasi tuberkulosis, hingga gangguan pernapasan selama mengikuti pendidikan.
Program Latsarmil sendiri dimulai pada 17 Juni 2026 dan dijadwalkan berlangsung selama 45 hari. Sebanyak 35.476 peserta mengikuti pelatihan yang tersebar di puluhan satuan pendidikan TNI di berbagai daerah. Program tersebut merupakan bagian dari pembekalan bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih sebelum ditempatkan di daerah masing-masing.
Menanggapi rentetan insiden tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto meminta pemerintah menghentikan sementara pelaksanaan latihan untuk dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Menurutnya, aspek keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama, termasuk memastikan pemeriksaan kesehatan sebelum pelatihan benar-benar berjalan optimal.
Ia menilai pemerintah perlu mengaudit seluruh mekanisme penyelenggaraan, mulai dari proses skrining kesehatan, kesiapan fasilitas medis, ketersediaan tenaga kesehatan di lokasi latihan, hingga prosedur penanganan keadaan darurat apabila terjadi kondisi medis pada peserta.
Di sisi lain, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyatakan hingga saat ini belum ditemukan indikasi kelalaian dalam penyelenggaraan pelatihan. Pemerintah, kata dia, tetap melakukan evaluasi terhadap setiap kejadian sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menegaskan program latihan dasar militer bagi calon manajer Kopdes Merah Putih tetap akan dilanjutkan. Pemerintah menyatakan evaluasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan standar keselamatan peserta tanpa menghentikan pelaksanaan program.
Peristiwa ini memunculkan perdebatan di tengah masyarakat mengenai relevansi latihan dasar militer bagi calon pengelola koperasi. Sejumlah kalangan menilai pembentukan karakter, disiplin, dan kepemimpinan memang penting, namun materi pelatihan seharusnya lebih menitikberatkan pada kompetensi manajemen koperasi, pengelolaan keuangan, serta pemberdayaan ekonomi desa agar selaras dengan tugas yang akan diemban para peserta.

Berita