HULU SUNGAI UTARA – Menjelang pelaksanaan Lomba Balap Perahu Naga dan Jukung Tradisional Tahun 2026, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) bersama panitia penyelenggara dan sejumlah instansi terkait menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan, teknis pertandingan serta pengamanan kegiatan.
Rapat koordinasi tersebut berlangsung di rumah Ketua Panitia Penyelenggara, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 15.30 WITA hingga selesai. Kegiatan dipimpin Ketua Panitia Lomba, Herry Desfani, S.P., dan dihadiri personel Satpolairud Polres HSU, panitia lomba, Camat Paminggir, BPBD HSU serta Tagana HSU.
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai persiapan penting, terutama terkait jumlah peserta, teknis perlombaan, pembagian tugas pengamanan hingga skema pertandingan.
Untuk pelaksanaan tahun ini, tercatat sebanyak 107 tim akan ambil bagian dalam perlombaan. Jumlah tersebut terdiri dari 31 tim perahu naga dan 76 tim jukung tradisional.
Dari 76 tim jukung tradisional tersebut, sebanyak 8 tim akan berlaga pada kategori jukung tradisional putri, sedangkan 68 tim lainnya mengikuti kategori jukung tradisional.
Rapat juga mematangkan pola pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian perlombaan berlangsung aman, tertib dan lancar. Pengamanan akan dibagi menjadi dua sektor, yakni pengamanan di darat dan pengamanan di area sungai.
Untuk pengamanan di darat akan melibatkan personel Polres HSU bersama Dinas Perhubungan, sementara pengamanan di area sungai akan dilaksanakan oleh Satpolairud Polres HSU bersama BPBD HSU dan Tagana HSU.
Selain aspek keamanan, peserta rapat turut membahas perumusan peraturan dan teknis pertandingan serta penyusunan skema perlombaan. Hal tersebut dilakukan agar pelaksanaan lomba dapat berjalan secara teratur serta memberikan rasa aman bagi peserta maupun masyarakat yang menyaksikan.
Berdasarkan hasil koordinasi, pertandingan dijadwalkan mulai pukul 08.00 WITA, sementara acara pembukaan direncanakan pada pukul 09.00 WITA dan akan dibuka langsung oleh Bupati Hulu Sungai Utara.
Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak peserta dapat berlangsung aman dan tertib.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya difokuskan pada lokasi pertandingan, tetapi juga mencakup aktivitas masyarakat di sekitar lokasi, termasuk aspek keselamatan di kawasan sungai.
“Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib dan lancar. Pengamanan akan dilakukan secara terpadu, baik di darat maupun di sungai, dengan melibatkan personel kepolisian bersama instansi terkait,” ujar IPTU Asep mewakili Kapolres HSU.
Ia menambahkan, personel yang terlibat dalam pengamanan juga akan melakukan pemantauan terhadap situasi di sekitar lokasi perlombaan serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat jalannya kegiatan.
“Keselamatan peserta dan masyarakat menjadi salah satu perhatian utama. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat menjalankan tugas sesuai pembagian masing-masing sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Lomba Balap Perahu Naga dan Jukung Tradisional diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga dan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan serta melestarikan tradisi dan budaya masyarakat sungai di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Polres HSU bersama instansi terkait memastikan kesiapan pengamanan akan terus dimatangkan hingga pelaksanaan kegiatan, sehingga seluruh rangkaian perlombaan dapat berlangsung aman, tertib dan kondusif.


Berita