HSU – Kemarau panjang mulai memberikan dampak terhadap sektor pertanian di wilayah Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Sejumlah lahan jagung milik petani dilaporkan mengalami kekeringan sehingga penanaman baru menjadi terkendala.
Kondisi tersebut menjadi perhatian jajaran Polsek Amuntai Selatan yang terus melakukan pemantauan sekaligus sosialisasi program swasembada jagung dan ketahanan pangan kepada masyarakat.
Kegiatan sosialisasi dan monitoring dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 11.00 Wita di Desa Telaga Hanyar, Kecamatan Amuntai Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Amuntai Selatan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan lahan pertanian untuk mendukung kemandirian pangan, khususnya melalui pengembangan komoditas jagung.
Selain memberikan sosialisasi, petugas juga melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan jagung yang berada di wilayah hukum Polsek Amuntai Selatan. Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar lahan jagung milik petani saat ini berada dalam kondisi kering akibat musim kemarau yang masih berlangsung.
Kondisi tersebut juga diperkirakan berdampak terhadap rencana penanaman jagung dalam beberapa bulan ke depan. Sebagian lahan diperkirakan belum dapat ditanami kembali apabila kondisi kemarau panjang dan keterbatasan air masih berlanjut.
Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui PS Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur, mengatakan jajaran Polres HSU akan terus melakukan monitoring terhadap perkembangan sektor pertanian sebagai bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan.
“Polres HSU melalui jajaran Polsek akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya para petani. Kondisi cuaca dan kemarau panjang tentu menjadi salah satu tantangan, sehingga perkembangan lahan perlu terus dipantau agar dapat diketahui langkah yang tepat untuk mengantisipasinya,” ujar IPTU Asep Hudzainur menyampaikan arahan Kapolres HSU.
Menurutnya, monitoring di lapangan tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi tanaman dan lahan, tetapi juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk menyerap informasi maupun kendala yang dihadapi petani.
“Kami berharap komunikasi antara petugas dengan masyarakat, khususnya petani, terus terjalin dengan baik. Setiap kendala yang ditemukan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi dan koordinasi untuk menentukan langkah yang dapat dilakukan bersama,” tambahnya.
Program swasembada jagung sendiri diarahkan untuk mendukung kemandirian pangan, termasuk memenuhi kebutuhan domestik dan pakan ternak. Karena itu, keberlangsungan lahan pertanian menjadi salah satu hal penting yang perlu mendapat perhatian bersama.
Polsek Amuntai Selatan memastikan pemantauan terhadap lahan jagung dan kondisi kemarau akan terus dilakukan secara berkala. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memberikan gambaran perkembangan pertanian di wilayah setempat sekaligus menjadi dasar dalam menentukan rekomendasi dan langkah penanganan selanjutnya.
Kegiatan sosialisasi dan monitoring yang melibatkan Aiptu Budiansyah, Aiptu Agus Efendi, S.H., Bripka Desmon R.S., dan Brigpol Maulana A. tersebut berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, Polsek Amuntai Selatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Berita