BANJARMASIN – Upaya memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan terus dilakukan Korem 101/Antasari. Salah satunya dengan meningkatkan perlindungan dan keselamatan personel yang terlibat langsung di lapangan.
Korem 101/Antasari kembali menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI untuk mendukung personel TNI dan relawan dalam melaksanakan tugas penanganan Karhutla.
Penyerahan bantuan dilakukan Kasrem 101/Antasari Kolonel Inf Roy Fakhrul Rozi, S.E., M.I.Pol., di Denkesyah 06-04-02 Banjarmasin, Jalan Gatot Subroto, Kota Banjarmasin, Jumat (25/9/2026).
Bantuan yang disalurkan terdiri dari berbagai perlengkapan untuk menunjang keselamatan personel saat berada di lokasi Karhutla. Rinciannya meliputi 758 tabung oksigen, 758 regulator, 23.353 masker, 263 pasang sepatu, 58 helm, serta 96 kaca mata asap.
Perlengkapan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan sekaligus memberikan perlindungan kepada personel ketika menghadapi kondisi lapangan yang berpotensi membahayakan, terutama akibat asap, panas, maupun medan yang sulit saat proses pemadaman dan penanganan kebakaran.
Kasrem 101/Antasari Kolonel Inf Roy Fakhrul Rozi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pimpinan sekaligus bagian dari upaya meningkatkan perlindungan bagi personel yang berada di garis depan penanganan Karhutla.
“Dukungan ini merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesiapan personel di lapangan, khususnya dalam menghadapi kondisi yang membutuhkan perlindungan dan keselamatan selama pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Pemantauan Karhutla Berbasis Teknologi
Selain memperkuat perlengkapan personel, Korem 101/Antasari juga terus melakukan pemantauan perkembangan Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan dengan memanfaatkan teknologi.
Melalui aplikasi POMS, perkembangan titik-titik indikasi kebakaran dapat dipantau dan diperbarui secara berkala. Informasi tersebut menjadi salah satu bahan dalam menentukan langkah penanganan dan tindak lanjut di lapangan.
Dalam proses pemantauan, Kasrem juga mengingatkan pentingnya memahami perbedaan antara fire spot dan hotspot. Fire spot merupakan indikasi adanya titik api yang perlu mendapat perhatian dan tindak lanjut, sedangkan informasi hotspot perlu dianalisis lebih lanjut dengan mempertimbangkan data serta kondisi faktual di lapangan sebelum ditetapkan sebagai kejadian kebakaran.
Menurutnya, pemahaman terhadap data pemantauan menjadi penting agar informasi yang diterima dapat ditindaklanjuti secara tepat dan tidak menimbulkan kesalahan dalam menentukan kondisi di lapangan.
Siapkan Dukungan Udara
Dukungan sarana udara juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemantauan dan penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.
Dalam beberapa hari terakhir, unsur terkait turut melakukan monitoring terhadap kesiapan dukungan udara, termasuk rencana penggunaan tiga unit helikopter untuk membantu kegiatan pemantauan maupun penanganan Karhutla di wilayah yang membutuhkan.
Kesiapan personel, kelengkapan APD, pemanfaatan teknologi pemantauan, hingga dukungan sarana udara diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarunsur dalam menghadapi potensi Karhutla.
Dengan dukungan tersebut, Korem 101/Antasari berupaya memastikan personel yang bertugas memiliki perlindungan dan kesiapan yang memadai, sehingga penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi dan mengutamakan keselamatan petugas di lapangan.
Penyerahan APD tersebut turut dihadiri Kasilog Kasrem 101/Antasari Kolonel Czi Setiawan Nur Prakoso, S.I.P., M.A., Dandenkesyah 06-04-02 Banjarmasin Letkol Ckm Gunawan Sulaksono, S.K.M., Dandenbekang XXII/II.A Banjarmasin Letkol Cba Dinasti Hari Setiawan, S.Hub.Int., serta perwakilan dari Lanud Sjamsudin Noor, Lanal Banjarmasin, Kodim dan Yonif jajaran Korem 101/Antasari. (Tim)


Berita