HSU – Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Hulu Sungai Utara (HSU). Salah satunya melalui monitoring perkembangan lahan jagung yang berada di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU.
Kegiatan monitoring dilakukan personel Polsek Banjang pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Pemantauan tersebut bertujuan memastikan perkembangan tanaman jagung sekaligus melihat secara langsung kondisi lahan yang menjadi bagian dari program swasembada jagung binaan Polri.
Lahan yang dimonitor merupakan milik Sadikin dengan luas mencapai sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Lahan tersebut dikelola secara perorangan dan tergabung dalam kelompok tani Mandiri yang menjadi binaan Polri.
Kapolres Hulu Sungai Utara (HSU) AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui PS. Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap program ketahanan dan swasembada pangan.
Pemantauan di lapangan juga menjadi bagian dari upaya memastikan lahan pertanian binaan dapat berkembang dengan baik sehingga nantinya memberikan hasil yang optimal bagi petani.
“Polri melalui jajaran di kewilayahan terus mendukung program swasembada pangan. Salah satunya dengan melakukan pendampingan dan monitoring terhadap lahan pertanian yang menjadi binaan, sehingga perkembangan tanaman dapat diketahui secara berkala,” ujar IPTU Asep Hudzainur.
Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung di lahan tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Jagung ditanam pada 12 Mei 2026 menggunakan bibit jenis Hibrida Bisi 18 sebanyak 100 kilogram atau sekitar 100 bungkus.
Tanaman yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pakan. Saat dilakukan monitoring, usia tanaman tercatat sekitar 118 hari dengan tinggi tanaman berkisar antara 160 hingga 180 sentimeter.
Dengan kondisi tersebut, panen diperkirakan dapat dilakukan pada sekitar 10 Oktober 2026.
Dalam proses budidayanya, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit, sedangkan pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Untuk pengolahan lahan dan kegiatan pertanian lainnya, petani masih mengandalkan metode manual.
Kegiatan monitoring tersebut dilakukan oleh personel Polsek Banjang, yakni AIPTU Soeyatmin, S.H. selaku Kanit Samapta, AIPTU Noryadi selaku Ka Jaga, serta BRIGADIR Fahmi Rachman dan BRIPTU M. Alfito Gusna.
Melalui kegiatan tersebut, kepolisian tidak hanya menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir mendampingi masyarakat dalam mendukung sektor pertanian.
Pendampingan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu petani menjaga produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
“Harapannya, lahan-lahan pertanian yang ada dapat terus produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sinergi antara Polri dan para petani menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan,” tambah Asep.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman dan kondusif. Monitoring berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Berita