Berita

Breaking News

Skandal Kuil Thailand Geger, CCTV Diduga Rekam Abbot Bersama Perempuan 47 Tahun

Gambar hanya ilustrasi yang di hasilkan oleh AI
THAILAND — Skandal yang melibatkan seorang tokoh agama Buddha senior mengguncang Thailand. Phra Wachirayan Wi, 66 tahun, yang saat itu menjabat kepala biara Wat Phutthaisawan, Ayutthaya, ditangkap aparat setelah penyidik menemukan bukti dugaan pelanggaran disiplin keagamaan yang kemudian berkembang menjadi perkara hukum terkait pengelolaan dana kuil.


Perhatian publik terutama tertuju pada rekaman kamera pengawas (CCTV) dari kediaman sang abbot yang menurut laporan media Thailand memperlihatkan dirinya bersama seorang perempuan berusia 47 tahun yang disebut sebagai orang dekatnya. Polisi menyatakan rekaman tersebut menjadi salah satu bagian dari barang bukti dalam penyelidikan. 

Dalam tradisi Buddhisme Thailand, kehidupan bhikkhu antara lain menuntut selibat. Karena itu, dugaan hubungan seksual tersebut memicu sorotan luas terhadap kehidupan pribadi dan kepatuhan sang abbot terhadap aturan kehidupan monastik. 

CCTV Jadi Sorotan

Menurut laporan Thairath, polisi menemukan rekaman CCTV dari area kediaman sang abbot yang diduga memperlihatkan kedekatan intim antara Phra Wachirayan dan perempuan tersebut.

Rekaman itu disebut menunjukkan keduanya berada di sebuah ruangan yang digunakan sebagai area makan. Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang yang dianggap berkaitan dengan rekaman tersebut sebagai bagian dari penyidikan. 

Media The Nation Thailand juga melaporkan bahwa penyidik tengah memeriksa rekaman CCTV dari kediaman mantan kepala biara sebagai bagian dari penyidikan yang lebih luas. 

Perempuan 47 Tahun Turut Ditangkap

Perempuan yang disebut berada dalam rekaman tersebut juga ditangkap polisi.

Namun, penangkapan terhadap perempuan itu tidak semata-mata berkaitan dengan dugaan hubungan pribadi. Polisi juga menyelidiki dugaan keterlibatannya dalam aliran dana kuil yang nilainya disebut mencapai lebih dari 92 juta baht.

Menurut penyidik, sebagian dana yang berasal dari aktivitas donasi dan penjualan benda-benda keagamaan diduga dialihkan dan kemudian ditelusuri ke pihak perempuan tersebut. 

Berujung Pencopotan dari Status Biksu

Setelah ditangkap, Phra Wachirayan kemudian meninggalkan status kebhikkhuannya atau menjalani proses pencopotan jubah.

Kasus tersebut dengan cepat menjadi perhatian publik Thailand karena sosok yang terlibat bukan sekadar anggota biasa komunitas monastik, melainkan kepala sebuah kuil kerajaan yang cukup dikenal di Ayutthaya. 

Bukan Sekadar Skandal Moral

Kasus ini semakin besar karena dugaan pelanggaran seksual tersebut muncul bersamaan dengan perkara keuangan.

Polisi menyatakan sedang menyelidiki dugaan penyalahgunaan lebih dari 92 juta baht dana kuil. Penyelidikan juga diperluas terhadap rekening, aset dan kemungkinan pihak lain yang diduga berkaitan dengan aliran dana tersebut. 

Dalam penggeledahan, polisi juga menemukan uang tunai, emas dan aset lainnya. Nilai keseluruhan aset yang disebut telah disita mencapai sekitar 215 juta baht, termasuk sekitar 16 kilogram emas dan sejumlah sertifikat tanah. 

Menjadi Sorotan Baru Institusi Keagamaan Thailand

Kasus Phra Wachirayan muncul setelah Thailand sebelumnya diguncang perkara lain yang melibatkan sejumlah biksu dan dugaan hubungan seksual serta pemerasan.

Karena itu, kasus terbaru ini kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai pengawasan perilaku para pemuka agama sekaligus transparansi pengelolaan dana kuil.

Polisi Thailand menyatakan penyidikan akan diperluas untuk mengetahui apakah terdapat pihak lain yang terlibat dalam perkara tersebut.(red)
© Copyright 2022 - Kalsel Today