BANJARMASIN – Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Komisi I bidang Pemerintahan, Samsul Arifin, menggelar reses di Jalan Hikmah Banua, Gang Serumpun RT 27, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kamis (22/10/2026) siang. Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari daerah pemilihan Banjarmasin Timur itu menyerap langsung keluhan warga.
Kegiatan ini dihadiri ratusan warga dari empat RT. Hadir pula perwakilan Lurah Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, serta sejumlah dinas Pemko Banjarmasin: Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Disdukcapil, dan Dinas Pendidikan. Bhabinkamtibmas Polsek Banjarmasin Timur, Bekti Susilo, SH., Muslim selaku letua RT.27 juga ikut hadir.
Gang terendam saat hujan dan pasang
Dalam sesi dialog, Rahmat, warga Gang Family RT 27, menyampaikan keluhan soal banjir. Saat hujan deras atau air pasang, genangan di gang tempat tinggalnya bisa setinggi lutut orang dewasa. Ia meminta pemerintah yang hadir segera mencarikan solusi.
Menanggapi hal itu, Samsul Arifin berjanji memasukkan persoalan tersebut ke dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk agenda 2027.
"Keluhan Bapak Rahmat dan warga lainnya sudah kami catat. Akan kami masukkan ke Pokir 2027 dan kami perjuangkan semaksimal mungkin. Warga tidak boleh terus-terusan menanggung genangan setiap hujan dan pasang," ujarnya.
Samsul menjelaskan, reses adalah ruang bagi warga untuk menyampaikan apa saja yang perlu dibenahi di lingkungannya, dan ia sebagai wakil rakyat berkewajiban menampung aspirasi itu.
"Saya mengapresiasi seluruh warga yang hadir dan antusias memberikan masukan. Dari masukan inilah saya tahu apa yang harus saya kerjakan," katanya.
![]() |
| Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Komisi I bidang Pemerintahan, Samsul Arifin. |
Warga pertanyakan desil yang naik
Isu lain yang ramai dibahas adalah perubahan desil. Sejumlah warga mempertanyakan mengapa desil keluarga mereka yang semula 3 atau 4 tiba-tiba naik ke atas 6. Akibatnya, mereka kehilangan hak atas bantuan seperti PKH, bansos sembako, dan BPJS Kesehatan yang ditanggung pemerintah.
Dinas Sosial dan Disdukcapil Kota Banjarmasin lalu memberikan penjelasan. Desil adalah pemeringkatan kesejahteraan keluarga ke dalam 10 kelompok dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Perhitungannya dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan lebih dari 40 variabel, bukan hanya penghasilan. Karena berupa peringkat relatif, posisi desil bisa bergeser ketika data diperbarui. Beberapa hal yang bisa membuat desil naik:
- Pemutakhiran data berkala. DTSEN diperbarui secara periodik dengan data administrasi lintas kementerian/lembaga, survei, pengecekan lapangan, dan laporan masyarakat. Hasilnya bisa membuat peringkat berubah tanpa pemberitahuan ke warga.
- Kondisi rumah dan lingkungan. Perbaikan atau perubahan status rumah, misalnya dari kontrakan menjadi milik sendiri, lantai, dinding, atap, dan sanitasi, ikut memengaruhi penilaian.
- Daya listrik dan kepemilikan aset. Penambahan daya listrik, kendaraan, atau aset lain dapat menaikkan skor kesejahteraan.
- Pekerjaan, pendapatan, dan pendidikan. Perubahan jenis pekerjaan atau tingkat pendidikan anggota keluarga ikut terhitung.
- Perubahan susunan keluarga. Kelahiran, kematian, pernikahan, perceraian, atau pindah domisili mengubah data kependudukan keluarga di DTSEN.
- Data lama yang belum diperbarui. Warga yang kondisinya memburuk, misalnya karena PHK atau sakit, tetap tercatat dengan kondisi lama jika tidak melapor.
- Perubahan posisi relatif. Ketika kondisi rumah tangga lain membaik, peringkat keluarga lain bisa terdorong naik.
Pemerintah saat ini memprioritaskan bansos seperti PKH dan sembako bagi keluarga desil 1 sampai 4, sehingga keluarga yang naik ke desil 5 ke atas berpotensi tidak lagi menerima bantuan.
Warga yang merasa kondisinya tidak sesuai dapat mengajukan usul-sanggah melalui aplikasi atau situs Cek Bansos Kemensos, operator SIKS-NG di kelurahan, atau portal dtsen-form.bps.go.id. Desil tidak bisa dipilih atau diturunkan sendiri. Setelah diverifikasi, BPS akan menghitung ulang pada siklus pemutakhiran berikutnya.
Samsul Arifin berharap penjelasan itu membantu warga memahami persoalan dan menempuh jalur yang tepat.
"Kalau memang kondisi ekonominya belum membaik tapi desilnya naik, jangan diam. Laporkan lewat kelurahan agar dicek dan diperbaiki datanya. Kami di DPRD siap mengawal," tuturnya. (FR).
![]() |
| Muslim, ketua RT.27 bersama Samsul Arifin |







Berita