AMUNTAI – Para lurah dan kepala desa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) diminta berperan lebih aktif dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Seruan itu disampaikan dalam rapat koordinasi melalui Zoom Meeting bertema optimalisasi peran lurah dan kepala desa dalam penanganan karhutla di Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan berlangsung sekitar pukul 09.15 hingga 12.20 Wita di Aula Jananuraga Polres HSU. Arahan disampaikan oleh Kapolda Kalimantan Selatan, Gubernur Kalimantan Selatan, dan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan kepada seluruh lurah dan kepala desa.
Dari unsur daerah, hadir Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., Wakapolres HSU Kompol Matnur, S.H., M.M., dan Asisten II Setda HSU Fahrudin, S.Hut., M.S. Hadir pula para pejabat utama (PJU) Polres, kapolsek jajaran, Ketua dan Sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten HSU, serta 56 lurah dan kepala desa se-Kabupaten HSU.
Tujuh Sasaran Utama
Rapat koordinasi ini bertujuan:
- 1. Meningkatkan koordinasi dan sinergi pemerintah kabupaten/kota serta unsur terkait dalam penanganan karhutla.
- 2. Menyamakan persepsi dan langkah strategis dalam pencegahan, kesiapsiagaan, penanggulangan, dan pengendalian karhutla di Kalimantan Selatan.
- 3. Memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi karhutla, khususnya pada musim kemarau dan di wilayah rawan kebakaran.
- 4. Mendorong peran aktif lurah dan kepala desa dalam menggerakkan perangkat daerah, aparat kewilayahan, dunia usaha, dan masyarakat untuk mencegah karhutla.
- 5. Mengoptimalkan penanganan terpadu melalui peningkatan patroli, deteksi dini, sosialisasi kepada masyarakat, dan respons cepat terhadap kejadian kebakaran.
- 6. Meminimalkan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, aktivitas sosial, dan perekonomian daerah.
- 7. Memperkuat komitmen bersama agar penanganan karhutla berjalan cepat, tepat, terpadu, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, seluruh pihak di tingkat kabupaten hingga desa diharapkan semakin siap menghadapi ancaman karhutla, terutama saat musim kemarau. Koordinasi lintas sektor, deteksi dini, dan respons cepat dinilai menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas dan dampaknya bagi masyarakat dapat ditekan. (FR)


Berita