BANJARMASIN, kalseltoday.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Naniek mundur dari Kepala BGN bersamaan saat dirinya berangkat ke luar negeri untuk menjlaani pengobatan penyakit jantung yang dideritanya.
Pengunduran diri tersebut disampaikan Naniek Deyang dalam unggahan Facebook pribadinya yang dilihat pada Rabu 23 Juli 2026.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu ( 22/7) saya berangkat," ujar Naniek di media sosialnya.
Menurut Naniek, ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju.
"Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas dimana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya ( kalau mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang uang , sumpah trauma akutt," ujarnya.
Meski mundur dari Kepala BGN, dirinya tetap mendukung langkah Presiden Prabowo yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia.
"Saya tetap berjuang dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia," ungkapnya.
Ia menjelaksan, 14 tahun ikut beliau , saya tau persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak -anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka.
"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak -anak Balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos. Jadi kalau ada yg bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029 mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama -sama bisa menerima program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita," tegasnya.
Masih menurutnya, multiplier effect (eefek ganda) dari program MBG juga bisa menggerakan ekonomi bawah atau ekonomi masyarakat. Terbukti kemarin 3 Minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh. Demikian juga pedagang di pasar juga sampai harus membuang -buang sayur dan buahnya.
"Sejauh ini meski menjabat Kepala BGN tidak lama, saya sudah meletakkan dasar -dasar untuk perbaikan ke depan program MBG, termasuk kemarin sore sdh mengganti 5 eselon satu ( I) yang diambil dari 5 kementerian /lembaga, yaitu dari Kemenkes, Kemndikdasmen, Kemenkeu, BPKP dan Kejaksaan. Dengan diambil dari berbagai Kementerian dan lembaga maka ke depan BGN akan diisi oleh orang-orang profesional di bidangnya," jelas Naniek.
Dikakatannya, saat ini juga sudah dibuat 11 tim untuk melakukan reformasi total di BGN, mulai tim refocusing yaitu untuk memastikan apakah 62 juta lebih penerima manfaat saat ini tepat sasaran? Pak presiden sudah menyetujui agar program MBG lebih ditujukan ke 3B (Balita, Busui dan Bumil), anak -anak SD -SMP serta siswa semua tingkatan sekolah di kawasan 3T.
"Ada juga tim evaluasi untuk 27.877 SPPG yang sudah operasional, karena tidak semua SPPG memenuhi syarat sesui Juknis . Kemudian juga ada tim program MBG di kawasan 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) yang sebagian besar masih sulit dijangkau dengan transportasi umum. Ada juga tim efisiensi dll," urainya.
Ia mengungkapkan, insyallah pengganti saya adalah "adik saya" dimana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang.
"Saya konsentrasi di kesehatan dulu ya prens. Soalnya Kakak Kim dan Ade Ara, sudah tidak mau kompromi untuk kesehatan saya. Mereka minta saya harus membenahi pola makan dan tidak boleh stres. Sejak saya sakit mereka terus cek kegiatan saya ngapain saja, dan makan saya apa ? Olahraganya sudah apa belum? Mereka berdua benar -benar pengawas kesehatan saya...ha ..ha.," ucapnya.
Terakhir dia menuliskan, mari kita dukung program MBG, Bismillah ini akan membawa kebaikkan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah.
Badan Gizi Nasional (BGN) adalah lembaga pemerintah nonkementerian di Indonesia yang dibentuk untuk merumuskan, mengoordinasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kebijakan pemenuhan gizi masyarakat. Lembaga ini menjadi penanggung jawab utama dalam mengelola dan merealisasikan program nasional seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun berkaitan program Makanan Bergiji Gratis sempat di tuding keras Ketua Umum Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Hukum Indonesia (P3HI), Aspihani Ideris yang terbit di sejumlah media dapat menciptakan ladang korupsi berkesinambungan, sehingga menurut dia program tersebut di bubarkan saja.
Aspihani Ideris menilai program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib di evaluasi, karena dianggap salah sasaran hingga terindikasi terciptany ladang korupsi berjamaah yang berkesinambungan.
“Program MBG ini membuat terciptanya ladang korupsi berjamaah. Makanan yang disajikan tak layak, juga sajian tidak memenuhi standar mutu empat sehat lima sempurna,” katanya.
Aspihani pun menyarankan, program MBG sepantasnya dihentikan saja, karena program tersebut pemborosan anggaran dan cenderung menumbuhlan benih-benih korupsi yang berkesinambungan.
Tidak sedikit anggaran pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikucurkan mencapai kisaran Rp855 miliar, hingga Rp1,2 triliun per hari secara nasional.
Aspihani pun menilai, alokasi dana untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp1 triliun per hari secara nasional, merupakan sebuah pemborosan anggaran sehingga terindikasi menjadi sebuah ladang koropsi berjamaah.
“Anggaran operasional ini memicu perputaran ekonomi yang besar, di mana setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG menerima insentif fasilitas sebesar Rp6 juta per hari. Sungguh angka yang pantas, sebaiknya program MBG ini di hentikan saja, dan uangnya bagikan saja buat modal usaha masyarakat yang tidak mampu guna mendapatkan pekerjaan. Itu lebih terarah dan bermanfaat,” tukasnya. ***

Berita