HSU, kalseltoday.com – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional serta memperkuat ketahanan pangan di daerah, personel Polsek Banjang melaksanakan kegiatan monitoring perkembangan lahan jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Jumat (19/6/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pendampingan dan pengawasan terhadap lahan pertanian jagung yang menjadi bagian dari program swasembada pangan serta binaan Polri di wilayah hukum Polsek Banjang.
Monitoring dipimpin oleh personel Polsek Banjang yang terdiri dari AIPTU Noryadi selaku Ka Jaga, BRIGADIR Fahmi Rachman, dan BRIPDA M. Alfito Gusna. Mereka turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi tanaman sekaligus berkoordinasi dengan pemilik lahan dan kelompok tani terkait perkembangan tanaman jagung yang saat ini memasuki usia 35 hari setelah tanam.
Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan, SH., MM mengatakan bahwa kegiatan monitoring dilakukan secara berkala guna memastikan program swasembada jagung berjalan sesuai harapan serta memberikan hasil yang optimal bagi petani.
Lahan yang dimonitor berada di Desa Pulau Damar dengan luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi milik Sadikin. Lahan tersebut dikelola secara perorangan dan tergabung dalam Kelompok Tani Mandiri yang merupakan kelompok tani binaan Polri.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung pakan varietas Hibrida Bisi 18 yang ditanam sejak 12 Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Saat ini tinggi tanaman berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter dengan kondisi tanaman relatif sehat.
Dalam pengelolaannya, petani menggunakan sekitar 100 kilogram benih jagung atau setara 100 bungkus. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, digunakan pupuk NPK 16-16-16 dan kapur dolomit, sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Adapun proses pengolahan dan pemeliharaan lahan masih menggunakan peralatan pertanian secara manual.
Jika kondisi cuaca dan pertumbuhan tanaman tetap mendukung, lahan jagung tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026 mendatang.
Kapolsek Banjang menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut mendukung berbagai program pemerintah, termasuk sektor pertanian yang menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kami akan terus melakukan pendampingan dan monitoring terhadap lahan-lahan pertanian binaan agar program swasembada pangan dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Kegiatan monitoring berjalan lancar dengan tetap menjalin komunikasi dan sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat petani. (Ary)
Berita