Berita

Breaking News

Ratusan Massa SAKUTU Geruduk DPRD Banjar, Dukung Program MBG dan Desak Koruptor Diadili

Aliansyah saat melakukan orasi di depan kantor DPRD Banjar
BANJAR, kalseltoday.com — Sekitar 500 massa yang tergabung dalam Kelompok Sahabat Anti Kecurangan Bersatu (SAKUTU) menggelar aksi penyampaian pendapat di muka umum di depan Kantor DPRD Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026).

Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA tersebut mengusung tema “Lanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Adili Oknum Koruptor Program MBG”. Selain menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan program nasional tersebut, massa juga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaannya.

Dengan membawa mobil komando, spanduk, pamflet, serta pengeras suara, para peserta aksi menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. SAKUTU menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat sekaligus wujud kepedulian terhadap keberlangsungan program yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat.

Koordinator Aksi, H. Aliansyah, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis karena memiliki dampak positif bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi generasi muda. Namun, menurutnya, dukungan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menutup mata terhadap dugaan penyalahgunaan yang dilakukan oleh oknum tertentu.

“SAKUTU sangat mendukung program MBG. Program ini harus tetap dilanjutkan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Namun, kami menuntut agar siapa pun yang terbukti melakukan penyelewengan harus diproses dan diadili sesuai hukum yang berlaku,” tegas Aliansyah dalam orasinya.

Ia menambahkan, apabila terdapat pihak-pihak yang memanfaatkan program tersebut demi kepentingan pribadi, maka tindakan tegas harus diberikan tanpa mengorbankan keberlangsungan program yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Yang harus dihentikan adalah praktik penyimpangannya, bukan programnya. Jangan sampai masyarakat kehilangan manfaat hanya karena ulah segelintir oknum,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Aliansyah juga menyampaikan sebuah perumpamaan yang menggambarkan sikap organisasinya terhadap persoalan tersebut.

“Kalau ada warik yang nakal, pukul wariknya jangan bakar hutannya,” katanya, yang disambut tepuk tangan peserta aksi.

Aspirasi massa diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banjar dari Fraksi Gerindra, Iwan Bora. Ia mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kekeluargaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasinya secara damai dan tertib. Apa yang disampaikan hari ini akan menjadi perhatian dan catatan bagi DPRD untuk diteruskan kepada pimpinan serta ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada,” ujar Iwan Bora.

Menurutnya, harapan masyarakat agar Program Makan Bergizi Gratis tetap berlanjut merupakan aspirasi yang patut diperjuangkan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami memahami harapan masyarakat agar program ini tetap berjalan. Aspirasi tersebut akan kami sampaikan dan perjuangkan sesuai kewenangan yang kami miliki,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan pihaknya menerjunkan sebanyak 250 personel untuk mengamankan jalannya aksi. Pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

“Kami menurunkan 250 personel untuk mengawal jalannya aksi. Polres Banjar hadir untuk mengawal dan melayani masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi yang telah menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Kami berterima kasih karena aksi hari ini berjalan lancar, aman, tertib, dan komunikatif. Ini menjadi contoh bahwa penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara santun tanpa tindakan anarkis,” katanya.

Dalam pernyataannya, SAKUTU menegaskan empat poin utama tuntutan yang mereka sampaikan, yakni mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, mendesak pengusutan dugaan korupsi atau penyelewengan program, mendorong peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaannya, serta meminta agar seluruh program pro-rakyat tetap dilanjutkan demi kepentingan masyarakat luas.

“Kami berharap aspirasi ini menjadi perhatian serius semua pihak, sehingga program-program yang bermanfaat bagi masyarakat dapat berjalan dengan baik, bersih, dan tepat sasaran,” tutup Aliansyah. (Tim)

© Copyright 2022 - Kalsel Today