Berita

Breaking News

Viral Isu Gunung Lawu Akan Meletus, Badan Geologi Tegaskan Hoaks

JAKARTA, kalseltoday.com – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya narasi yang mengklaim bahwa Gunung Lawu akan mengalami erupsi besar dalam waktu dekat. Informasi tersebut viral di platform Threads dan memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, pemerintah melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa kabar tersebut adalah hoaks atau tidak benar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan bahwa informasi yang menyebut adanya peningkatan aktivitas magma, kenaikan lava ke permukaan, hingga potensi erupsi dahsyat Gunung Lawu tidak didukung oleh data ilmiah maupun hasil pemantauan resmi pemerintah. Badan Geologi bahkan telah menerbitkan laporan khusus untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.

Menurut Badan Geologi, Gunung Lawu merupakan gunung api tipe B yang tidak memiliki catatan erupsi magmatik sejak tahun 1600. Aktivitas vulkanik yang saat ini terpantau hanya berupa keluarnya gas solfatara di Kawah Candradimuka, yang merupakan fenomena normal pada gunung api yang masih memiliki aktivitas panas bumi alami.

Hasil pemantauan terbaru menunjukkan suhu di Kawah Candradimuka berada pada kisaran 90,8 hingga 92 derajat Celsius. Angka tersebut dinilai normal dan tidak menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang dapat mengindikasikan erupsi dalam waktu dekat. Selain itu, hasil kajian geokimia yang dilakukan secara berkala juga menunjukkan komposisi gas vulkanik masih berada dalam batas normal.

Badan Geologi mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi dari sumber resmi. Warga diminta untuk selalu mengikuti perkembangan aktivitas gunung api melalui informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aplikasi MAGMA Indonesia, maupun kanal resmi Kementerian ESDM.

Fenomena penyebaran informasi palsu terkait gunung api bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Sebelumnya, Badan Geologi juga beberapa kali membantah berbagai narasi hoaks terkait aktivitas vulkanik yang sempat menimbulkan keresahan masyarakat. Karena itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan potensi bencana alam. (Red)

© Copyright 2022 - Kalsel Today