![]() |
| Kepala SMPN 1 Kotabaru, Rusdiansyah, S.Pd. |
Komitmen tersebut disampaikan Kepala SMPN 1 Kotabaru, Rusdiansyah, S.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026). Menurutnya, pendidikan karakter menjadi fondasi utama yang harus dimiliki siswa sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Pada tahun ajaran baru ini, SMPN 1 Kotabaru tetap membuka delapan rombongan belajar (rombel). Namun, sekolah menyesuaikan kebijakan terbaru terkait jumlah maksimal peserta didik dalam satu kelas yang dibatasi sebanyak 32 siswa.
“Jumlah rombongan belajar tetap delapan kelas. Hanya saja sekarang ada penyesuaian aturan terkait jumlah siswa per kelas sehingga tidak boleh melebihi ketentuan yang sudah ditetapkan,” ujar Rusdiansyah.
Ia menjelaskan, pembatasan jumlah siswa tersebut bertujuan menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung efektif dan guru dapat memberikan perhatian yang lebih optimal kepada setiap peserta didik.
Meski demikian, Rusdiansyah menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik semata. Menurutnya, karakter dan kedisiplinan merupakan aspek yang jauh lebih penting dalam membentuk masa depan siswa.
“Yang paling kami utamakan adalah disiplin dan karakter. Ilmu pengetahuan saat ini bisa diperoleh dari berbagai sumber, baik buku maupun internet. Tetapi karakter dan kedisiplinan harus dibentuk sejak dini karena itu menjadi bekal utama dalam kehidupan,” tegasnya.
Menurutnya, kedisiplinan merupakan salah satu indikator penting dalam pembinaan peserta didik. Oleh karena itu, sekolah terus menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, etika, serta sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Selain fokus pada pembentukan karakter, SMPN 1 Kotabaru juga aktif mendorong siswa mengembangkan potensi dan bakat di berbagai bidang, mulai dari akademik, olahraga, seni, hingga kegiatan ekstrakurikuler lainnya.
Upaya tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Rusdiansyah mengungkapkan, sekolah telah meraih berbagai prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga regional Kalimantan. Salah satunya adalah keberhasilan tim siswa SMPN 1 Kotabaru menembus babak semifinal lomba cerdas cermat tingkat Kalimantan yang digelar di Kalimantan Timur.
“Prestasi itu membuktikan bahwa siswa-siswi Kotabaru mampu bersaing dengan sekolah lain di luar daerah. Yang terpenting bukan hanya hasilnya, tetapi juga pengalaman dan mental bertanding yang mereka dapatkan,” katanya.
Di sisi lain, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan, khususnya terkait penggunaan telepon genggam di kalangan pelajar. Rusdiansyah mengakui bahwa penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar siswa.
Menurutnya, tidak sedikit peserta didik yang menghabiskan waktu berlebihan untuk bermain gim daring maupun mengakses konten yang kurang mendukung proses belajar.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, SMPN 1 Kotabaru menerapkan pengawasan dan aturan yang tegas terkait penggunaan telepon genggam selama berada di lingkungan sekolah.
“Kami berharap ada kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua. Pengawasan penggunaan handphone tidak cukup dilakukan di sekolah saja, tetapi juga harus dilakukan di rumah,” ujarnya.
Tak hanya itu, sekolah juga memberikan perhatian serius terhadap upaya pencegahan perundungan atau bullying. Seluruh guru, wali kelas, serta guru bimbingan dan konseling (BK) diminta aktif memantau kondisi siswa guna memastikan terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif.
“Kalau ada indikasi bullying, kami langsung tangani. Kami ingin memastikan seluruh siswa merasa aman secara fisik maupun mental selama berada di sekolah,” tegas Rusdiansyah.
Menjelang kelulusan, ia juga selalu berpesan kepada para siswa agar senantiasa menghormati orang tua dan guru, menjaga nama baik sekolah, serta terus melanjutkan pendidikan atau mengembangkan keterampilan sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
Melalui berbagai program pembinaan tersebut, SMPN 1 Kotabaru berharap dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter kuat, disiplin, berprestasi, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
“Harapan kami, anak-anak tetap semangat belajar, menghormati sesama, menjauhi perundungan, dan siap menghadapi masa depan dengan bekal karakter yang baik,” pungkasnya. (Siti Rahmah)

Berita