BANJARMASIN, kalseltoday.com - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin kembali menyelenggarakan program kaderisasi kepemimpinan mahasiswa tertinggi, yaitu Latihan Kepemimpinan Tingkat Lanjut (LKTL) yang dilaksanakan pada 25–26 Juli 2026. Mengusung tema "Dari Analisis Menjadi Aksi: Mengembangkan Pola Berpikir Kritis dalam Kepemimpinan Mahasiswa", kegiatan ini menjadi tahapan akhir dalam jenjang pengkaderan kepemimpinan mahasiswa setelah peserta menyelesaikan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) dan Latihan Kepemimpinan Tingkat Menengah (LKTM) di fakultas masing-masing. Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai pengalaman pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kapasitas berpikir kritis, kepemimpinan, serta kemampuan menganalisis berbagai persoalan strategis di tengah masyarakat.
Hari pertama diawali dengan seremoni pembukaan yang dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) sebagai ruang berbagi pengalaman mengenai dinamika kepemimpinan organisasi masing-masing peserta. Pada sesi ini, peserta saling bertukar gagasan, mengidentifikasi tantangan organisasi, serta membangun kerangka berpikir kepemimpinan yang lebih komprehensif melalui diskusi bersama.
Rangkaian materi kemudian dimulai dengan sesi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Bapak M. Abdan Syakura. Materi ini mengajak peserta menelusuri perjalanan sejarah bangsa Indonesia, mengenal perjuangan para pendiri bangsa, memahami peta kepemimpinan nasional, hingga menelaah arah perkembangan Indonesia di masa depan. Tidak hanya berfokus pada aspek historis, peserta juga diajak mengembangkan cara berpikir kritis melalui pembahasan berbagai isu sosial, politik, pemerintahan, pembangunan nasional, serta tantangan globalisasi yang dihadapi Indonesia sebagai negara berkembang.
Sesi berikutnya menghadirkan Alfianor Effendy, M.H. dengan materi "Pendidikan Politik dan Analisis Kebijakan". Dalam sesi ini peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pendidikan politik sebagai fondasi lahirnya masyarakat yang memiliki literasi politik yang baik, baik sebagai pemimpin maupun sebagai warga negara yang mampu memilih pemimpin secara bijaksana. Selain itu, peserta diajak memahami bahwa setiap kebijakan publik memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai agent of change dan penyambung aspirasi masyarakat dituntut mampu melakukan analisis, memberikan kritik yang konstruktif, serta mengevaluasi berbagai kebijakan publik yang berpotensi mengabaikan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
Penyampaian kedua materi berlangsung secara interaktif selama kurang lebih dua hingga empat jam dengan komunikasi dua arah antara narasumber dan peserta. Antusiasme peserta terlihat melalui berbagai pertanyaan, tanggapan, hingga sesi brainstorming dan review materi yang semakin memperkuat kemampuan analitis mereka. Pemahaman tersebut kemudian diperdalam melalui Focus Group Discussion (FGD) yang membahas beragam isu strategis, mulai dari persoalan sosial, pendidikan, pembangunan, politik, hingga pemerintahan. Hasil diskusi dipresentasikan oleh masing-masing kelompok sehingga peserta tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya melalui proses analisis dan penyusunan solusi secara kolaboratif.
Sebagai bentuk penguatan kemampuan berpikir kritis, peserta selanjutnya mengikuti sesi debat yang dibagi ke dalam tim pro dan kontra berdasarkan mosi yang telah ditentukan. Melalui kegiatan ini, peserta ditantang untuk menyusun argumentasi secara logis, mempertahankan pendapat berdasarkan data, menghargai perbedaan sudut pandang, serta mengembangkan kemampuan problem solving, kerja sama tim, dan pengambilan keputusan yang objektif.
Memasuki penghujung hari pertama, peserta memperoleh pembekalan mengenai Kepemimpinan, Manajemen, dan Organisasi (KMO) yang disampaikan oleh Muhammad Arifin, Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB). Materi ini membahas makna fundamental kepemimpinan, manajemen, dan organisasi sebagai bekal utama bagi calon pemimpin mahasiswa. Berbagai aspek dikupas secara mendalam, mulai dari tanggung jawab seorang pemimpin, gaya kepemimpinan, fungsi-fungsi manajemen organisasi yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, hingga evaluasi. Selain itu, peserta juga memperoleh gambaran mengenai mekanisme penyelenggaraan Pemilihan Umum Raya (Pemira), termasuk strategi membangun dukungan, teknik kampanye, hingga persiapan menghadapi debat kandidat dalam proses pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa.
Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan olahraga bersama yang dilanjutkan dengan berbagai bonding games sebagai upaya mempererat hubungan antarpeserta. Setelah itu, peserta kembali mengikuti Focus Group Discussion (FGD) ketiga dengan mengangkat tema "IKN dan Kalimantan: Ketika Masyarakat Menjadi Pelaku atau Penonton? Mengulas Dampak Pembangunan IKN terhadap Ekonomi, Budaya, dan Peluang bagi Masyarakat Kalimantan." Melalui tema tersebut, peserta diajak mengkaji secara kritis berbagai dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara terhadap masyarakat lokal dari berbagai perspektif, baik ekonomi, sosial, budaya, maupun pembangunan daerah. Sebagai luaran kegiatan, setiap kelompok memproduksi video podcast yang kemudian dipublikasikan melalui akun media sosial pribadi peserta serta akun resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (BEM-KM UMBJM).
Rangkaian Latihan Kepemimpinan Tingkat Lanjut (LKTL) Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Tahun 2026 ditutup dengan sesi family games yang menjadi momentum mempererat solidaritas, kebersamaan, serta semangat kolaborasi antarpeserta. Lebih dari sekadar kegiatan kaderisasi, LKTL menjadi wadah pembentukan calon pemimpin mahasiswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu mentransformasikan hasil analisis menjadi aksi nyata dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat. Sejalan dengan tema yang diusung, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan regenerasi pemimpin mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang tidak hanya unggul dalam gagasan, tetapi juga berani mengambil peran dan menghadirkan solusi bagi kemajuan organisasi, kampus, dan masyarakat luas.
Penulis : AULIA NOOR ASUFIE
PRODI : S1 PSIKOLOGI



Berita