MEDAN, kalseltoday.com — Kompleks elite Grand Polonia yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi lokasi bencana. Senin sore, 20 Juli 2026, sebuah ledakan dahsyat menghantam rumah mewah bernomor 3B di Jalan Perhubungan, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia. Dalam hitungan detik, bangunan tiga lantai yang berdiri kokoh itu runtuh menjadi tumpukan puing, menyisakan duka dan tanda tanya besar bagi warga sekitar.
Kilatan Putih di Tengah Badai
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, bertepatan dengan hujan deras yang disertai angin kencang melanda kawasan tersebut. Menurut penuturan saksi mata, kejadian diawali oleh kilatan cahaya putih yang menyilaukan sebelum ledakan besar terdengar menggelegar. Dalam sekejap, kekuatan ledakan meluluhlantakkan struktur bangunan hingga sebagian besar rangka rumah ambruk.
Dampaknya tidak berhenti di situ. Tiga unit mobil mewah yang terparkir tepat di depan rumah ikut hancur tertimpa reruntuhan balkon yang runtuh. Gelombang kejut dari ledakan bahkan merambat hingga merusak sejumlah rumah tetangga di sisi kiri, kanan, dan depan lokasi kejadian — menandakan betapa besarnya daya ledak yang terjadi.
Perlombaan dengan Waktu
Begitu kabar ledakan diterima, tim gabungan langsung bergerak cepat. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan menurunkan 15 personel yang dilengkapi peralatan Urban Search and Rescue (USAR), berkoordinasi erat dengan Brimob Polda Sumatera Utara, TNI Angkatan Udara, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan. Bahkan pada puncak operasi, hingga 400 personel tim SAR dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian.
Data awal mencatat tujuh orang berada di lokasi saat ledakan terjadi. Tantangan di lapangan tidak ringan — bangunan yang labil membuat proses evakuasi berjalan lambat dan penuh risiko, berlangsung hampir 24 jam penuh sejak Senin sore hingga Selasa malam.
Untuk mempercepat pencarian di antara reruntuhan yang rapuh, tim SAR mengandalkan drone thermal dan peralatan ekstrikasi guna menembus titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tanpa memperparah keruntuhan bangunan.
Satu per Satu Korban Ditemukan
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan menyayat hati. Korban pertama ditemukan dini hari, Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 02.20 WIB, tertimbun material bangunan yang roboh. Tak lama setelahnya, seorang korban perempuan ditemukan tewas di reruntuhan lantai dua — pihak kepolisian masih berupaya memastikan apakah korban tersebut merupakan asisten rumah tangga atau pengasuh anak yang bekerja di kediaman itu.
Pencarian terus berlanjut hingga akhirnya, tepat pukul 18.00 WIB pada Selasa sore, korban ketiga — dan menjadi korban terakhir — ditemukan di bawah puing-puing lantai dua. Dengan penemuan ini, Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, secara resmi mengumumkan berakhirnya proses pencarian. Seluruh jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit di Kota Medan, termasuk RS Bhayangkara Medan, untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Di tengah duka, ada pula kabar yang melegakan: tiga orang berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat namun terluka. Mereka adalah Hasan, ayah dari pemilik rumah; seorang balita berinisial J yang merupakan anak pemilik rumah; serta Yuda, seorang kurir paket online yang kebetulan tengah melintas dan mengantarkan barang ke kawasan tersebut saat ledakan terjadi. Yuda dilaporkan sempat terluka cukup serius dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Bahkan seorang tukang perabot yang berupaya membantu proses penyelamatan sempat terpental akibat kuatnya dampak dari lokasi kejadian — sebuah gambaran nyata betapa berbahayanya situasi di lapangan bagi para relawan dan petugas.
Gas Bocor atau Bukan? Investigasi Masih Berlanjut
Dugaan awal mengarah pada kebocoran pipa gas bawah tanah sebagai pemicu ledakan. Namun, dugaan ini tidak berjalan mulus — pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) membantah adanya kebocoran dari jaringan pipa mereka, memunculkan perbedaan versi antara temuan kepolisian dan pernyataan resmi PGN.
Menyikapi perbedaan ini, kepolisian dan PGN kini melakukan investigasi bersama untuk mengungkap penyebab pasti di balik ledakan yang merenggut tiga nyawa tersebut. Kapolrestabes Medan menegaskan, dengan selesainya proses evakuasi, fokus aparat kini sepenuhnya beralih ke penyelidikan guna mengungkap akar masalah sesungguhnya.
Sementara investigasi berjalan, petugas gabungan masih membersihkan sisa material bangunan yang berserakan di lokasi, memastikan area tersebut aman sebelum proses pemulihan dapat dimulai sepenuhnya. (Red)
Berita