HSU, kalseltoday.com – Komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), melaksanakan monitoring perkembangan tanaman jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan terhadap kelompok tani binaan Polri guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal hingga masa panen.
Kapolres HSU melalui Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan, SH., MM, mengatakan bahwa monitoring rutin dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
"Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin dengan luas sekitar 4 hektare dan dikelola sebagai lahan jagung pakan. Hingga saat ini kondisi tanaman menunjukkan perkembangan yang cukup baik," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung yang ditanam sejak 12 Mei 2026 telah memasuki usia sekitar 35 hari dengan tinggi tanaman berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter.
Lahan tersebut menggunakan bibit jagung hibrida Bisi 18 sebanyak 100 kilogram, dengan pemupukan menggunakan NPK 16.16.16 dan dolomit, serta pengendalian gulma menggunakan herbisida Basmilang. Seluruh proses budidaya masih dilakukan secara manual.
Apabila pertumbuhan tanaman terus berjalan sesuai harapan, jagung diperkirakan akan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, personel Polsek Banjang juga berdialog dengan pemilik lahan untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya sekaligus memberikan motivasi agar terus menjaga kualitas perawatan tanaman.
Monitoring dilaksanakan oleh Aiptu Noryadi, Aipda Robbi Utama, Brigadir Fahmi Rachman, dan Briptu M. Alfito Gusna.
AKP Robby Ansharie Bahasuan menegaskan, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
"Melalui pendampingan dan monitoring secara berkelanjutan, diharapkan hasil panen jagung nantinya mampu mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian para petani di Kabupaten Hulu Sungai Utara," pungkasnya. (Ary)

Berita