BANJARMASIN, kalseltoday.com -– Jajaran Polresta Banjarmasin terus memburu pengemudi yang diduga terlibat dalam kasus tabrak lari yang menyebabkan seorang petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin meninggal dunia di Jalan H Hasan Basri, Kayutangi.
Pelaksana Harian (Plh) Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol. Timbul R.K. Siregar, S.I.K., M.Si, menegaskan bahwa identitas pengemudi yang diduga menabrak korban telah berhasil dikantongi dan saat ini sedang dalam proses pengejaran.
"Identitasnya sudah kami kantongi dan sedang dalam tahap pengejaran," ujar Kombes Pol Timbul saat ditemui usai upacara kenaikan pangkat di halaman Mapolresta Banjarmasin, Selasa (30/6/2026) sore.
Menurutnya, untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut, pihaknya telah menurunkan personel dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) guna membantu Unit Gakkum Satlantas Polresta Banjarmasin dalam melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.
Selain itu, polisi juga telah melakukan serangkaian langkah awal penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, hingga memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Saya minta kepada pengemudi ini secara kooperatif untuk segera menyerahkan diri. Jika tidak, tentu akan kami jemput," tegasnya.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 04.30 WITA di Jalan H Hasan Basri, tepatnya sebelum Jembatan Sungai Alalak, Kecamatan Banjarmasin Utara.
Saat itu, korban Dewi Fitriani (44), petugas kebersihan DLH Kota Banjarmasin yang dikenal sebagai bagian dari "Pasukan Kuning", tengah menjalankan tugas rutinnya membersihkan kawasan jalan bersama rekan-rekannya.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan awal, korban diduga ditabrak sebuah kendaraan yang melaju dari arah Kayutangi menuju Sungai Andai. Benturan keras mengakibatkan korban mengalami luka berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Ironisnya, pengemudi kendaraan tersebut tidak menghentikan laju kendaraannya untuk memberikan pertolongan, melainkan langsung meninggalkan lokasi kejadian.
Peristiwa itu sontak mengundang perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas. Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan olah TKP.
Kasus ini kini ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polresta Banjarmasin dengan dukungan Satreskrim. Polisi juga tengah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi guna memperkuat alat bukti dan mempercepat penangkapan pelaku.
Kematian Dewi Fitriani meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, serta masyarakat Kota Banjarmasin. Korban dikenal sebagai sosok pekerja keras yang setiap hari bertugas menjaga kebersihan kota sejak dini hari.
Polresta Banjarmasin mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kendaraan maupun pengemudi yang terlibat dalam peristiwa tersebut agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan. (ril)
Berita