Berita

Breaking News

ULM Turun ke Desa, Edukasi Pencegahan Stunting Libatkan PKK, Posyandu, dan Remaja


BANJAR, kalseltoday.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang diketuai oleh apt. Siti Malahayati, M.Farm. dengan anggota yang terdiri dari apt. M. Ikhwan Rizki, M.Farm., apt. Satrio Wibowo Rahmatullah, M. Sc., apt. Dita Ayulia Dwi Sandi, M.Sc., apt. Nazhipah Isnani, M.Sc., apt. Hayatun Izma, M.Pharm.Sci., Hema Novita Rendati, M.Farm., Azzahra Nur Aissya, Keysabitha Adzra Zayyan melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan tentang pencegahan stunting di Balai Desa Sungai Batang Ilir, Kabupaten Banjar, pada 22 Mei 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas Ibu PKK, Kader Posyandu, Kader Remaja, dan remaja sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mencegah stunting sejak dini.
Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian bersama karena dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, peningkatan literasi kesehatan masyarakat menjadi langkah penting untuk mendukung keberhasilan program percepatan penurunan stunting.

Ketua Tim Pengabdian, apt. Siti Malahayati, M.Farm., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi dan buku saku yang disusun oleh tim pengabdian sehingga materi dapat dipahami dengan lebih mudah oleh peserta.

Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai pencegahan stunting. Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai pengertian stunting, faktor penyebab, dampak jangka panjang, pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta peran keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahannya. Setelah sesi edukasi dan diskusi selesai, peserta kembali mengikuti posttest sebagai bentuk evaluasi efektivitas kegiatan.

apt. Nazhipah Isnani, M.Sc., Dosen Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, mengatakan bahwa edukasi kesehatan merupakan salah satu strategi promotif yang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting.

“Pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif keluarga, kader kesehatan, dan masyarakat. Melalui edukasi kesehatan, diharapkan masyarakat memiliki pengetahuan yang lebih baik sehingga mampu menerapkan perilaku hidup sehat dan berkontribusi dalam mencegah stunting di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi kesehatan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 85,25 pada saat pretest menjadi 86,75 pada saat posttest. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai upaya pencegahan stunting.

Selain memperoleh materi edukasi, peserta juga menerima buku saku pencegahan stunting sebagai media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan kembali dalam kegiatan penyuluhan di lingkungan masing-masing. Media edukasi tersebut diharapkan dapat membantu kader dan masyarakat menyebarluaskan informasi mengenai pencegahan stunting secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting. Kegiatan ini juga merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di tingkat desa.
© Copyright 2022 - Kalsel Today