AMUNTAI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kali ini, kebakaran melanda kawasan pertanian di Desa Palimbang Sari, Kecamatan Haur Gading, Selasa (29/9/2026).
Mendapat informasi dari warga dan masyarakat peduli api (MPA), personel Polsek Amuntai Utara bersama Tim Posko Karhutla Kabupaten HSU, relawan BPK dan masyarakat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus pemadaman.
Kapolsek Amuntai Utara IPDA Alamsyah, S.H. bersama anggotanya turut turun langsung ke lapangan. Petugas kemudian berkoordinasi dengan BPBD, TNI, aparatur desa serta warga setempat untuk mempercepat penanganan api.
Berdasarkan hasil ground check, lokasi kebakaran berada pada titik koordinat -2.392719, 115.243178. Lahan yang terbakar merupakan area Areal Penggunaan Lain (APL) dengan fungsi kawasan pertanian.
Vegetasi di sekitar lokasi terdiri dari tanaman padi, bambu dan semak belukar. Luasan lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.
Menurut keterangan masyarakat, api mulai terlihat sekitar pukul 12.00 WITA. Kobaran api kemudian menyebar di beberapa titik dengan nyala yang relatif kecil dan membakar vegetasi semak belukar.
Lokasi kebakaran berjarak sekitar 500 meter dari permukiman warga. Sementara akses menuju titik api berjarak kurang lebih 450 meter dari jalan raya, sehingga petugas harus melakukan mobilisasi menuju lokasi untuk menjangkau titik-titik yang terbakar.
Dalam proses pemadaman, petugas memanfaatkan sumber air dari kolam ikan milik warga yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi. Selain itu, satu unit mobil tangki turut dikerahkan untuk mendukung upaya pemadaman.
Berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 16.30 WITA. Setelah itu, petugas melakukan pengecekan dan pemantauan di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali menyala.
Menariknya, berdasarkan hasil pemantauan, titik panas di lokasi tersebut tidak terdeteksi melalui aplikasi SIPONGI. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemeriksaan langsung di lapangan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi munculnya kembali api.
Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA, situasi di lokasi dilaporkan aman dan api telah berhasil dipadamkan.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, hingga kini masih dalam penyelidikan. Petugas masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber awal munculnya api maupun kemungkinan adanya aktivitas pembakaran lahan.
Polsek Amuntai Utara bersama unsur terkait juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi lahan dan vegetasi mudah terbakar.
Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum api meluas dan mendekati kawasan permukiman maupun lahan produktif.


Berita