Berita

Breaking News

Polres Batola Uji Metode Suntik Gambut Pakai Cairan MES untuk Padamkan Karhutla


BATOLA, kalseltoday.com – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Kuala terus dikembangkan. Polres Barito Kuala bersama pemerintah daerah dan relawan melakukan uji coba metode pemadaman dengan injeksi air ke dalam gambut yang dipadukan dengan cairan khusus berbahan dasar minyak nabati, Methyl Ester Sulfonate (MES).

Uji coba tersebut dilaksanakan di titik karhutla Desa Cahaya Baru, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Barito Kuala Dr. H. Bahrul Ilmi, S.H., M.H., Kapolres Barito Kuala AKBP Susilawati, S.H., M.H., Wakapolres Barito Kuala Kompol Yuda Kumoro Pardede, S.H., M.H., Sekda Barito Kuala Selamat Riyanto, S.STP., Kadis Kominfo Barito Kuala Aris Saputera, S.STP., M.Si., jajaran PJU dan perwira Polres Batola, para Kapolsek jajaran, personel Polres Batola serta sekitar 50 relawan BPK swasta dari Kecamatan Jejangkit dan Mandastana.

Dalam uji coba tersebut, petugas menggunakan metode pipa suntik gambut, yakni menginjeksikan campuran air dan cairan MES langsung ke lapisan tanah gambut yang menjadi lokasi titik panas atau bara api di bawah permukaan.

Campuran yang digunakan terdiri dari 3.500 liter air dan 35 liter cairan MES, dengan perbandingan 1:100.

Metode ini dikembangkan sebagai salah satu alternatif untuk menangani kebakaran pada lahan gambut yang kerap sulit dipadamkan hanya dengan penyiraman dari permukaan. Bara api yang berada di bawah permukaan gambut dapat bertahan dan kembali muncul apabila proses pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.

Dalam pelaksanaannya, air dan cairan MES disalurkan menggunakan pipa yang diarahkan ke dalam lapisan gambut. Petugas juga memanfaatkan kolam bioflok sebagai tempat penampungan air yang berada di dekat lokasi titik api sehingga proses pemadaman dapat dilakukan secara lebih cepat dan berkelanjutan.

Cairan MES yang digunakan dalam metode tersebut merupakan bahan yang dikembangkan dan diteliti oleh Laboratorium Forensik Polda Kalimantan Selatan. Berdasarkan hasil uji coba, metode injeksi tersebut ditujukan untuk membantu menurunkan suhu tanah sekaligus menekan titik api dan asap yang berada di bawah permukaan gambut.

Kapolres Barito Kuala AKBP Susilawati melalui Kasi Humas Polres Batola IPTU Budi mengatakan, penerapan metode tersebut merupakan bagian dari upaya mencari langkah penanganan karhutla yang lebih efektif, khususnya pada lahan gambut.

“Metode injeksi ini menjadi salah satu langkah taktis dalam mempercepat penanganan karhutla, terutama untuk titik api yang berada di bawah permukaan gambut. Dengan menyuntikkan campuran air dan cairan MES langsung ke dalam tanah, diharapkan suhu gambut dapat lebih cepat diturunkan dan bara api dapat dikendalikan,” ujar IPTU Budi.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah hingga masyarakat dan relawan.

“Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk relawan dan masyarakat di sekitar lokasi. Kami akan terus memperkuat koordinasi dan melakukan upaya pemadaman secara cepat agar api tidak meluas,” katanya.

Polres Batola juga telah menerima bantuan 1.000 liter cairan MES atau sebanyak 28 jerigen dari Polda Kalimantan Selatan. Cairan tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke sejumlah wilayah yang terdampak karhutla.

Distribusi akan dikelola oleh Bagops Polres Barito Kuala dan diprioritaskan untuk wilayah yang memiliki titik karhutla, di antaranya Kecamatan Jejangkit, Mandastana, Rantau Badauh, Cerbon, Bakumpai, Marabahan dan Wanaraya.

Penggunaan cairan MES tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan personel di lapangan dalam menangani kebakaran gambut, terutama ketika titik api berada di bawah permukaan dan sulit dijangkau dengan metode pemadaman konvensional.

Polres Barito Kuala bersama pemerintah daerah juga terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.

Melalui kolaborasi antara aparat, pemerintah, relawan dan masyarakat, penanganan karhutla di Kabupaten Barito Kuala diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat sekaligus mencegah meluasnya kebakaran ke kawasan permukiman maupun lahan lainnya. (Tim)

© Copyright 2022 - Kalsel Today